Namun Rafael Struick kembali membuat kejutan. Ivar Jenner melakukan umpan lambung dari area pertahanan Indonesia. Bola tendangan Ivar menukik di kotak penalti Korsel. Rafael Struick melewati dua pemain belakang lantas menendang bola menggunakan kaki kiri. Bola masuk ke gawang kiper Jongbum. Timnas Indonesia U-23 kembali unggul di babak pertama dengan skor 2-1.
Seperti diperkirakan, The Taegeuk Warriors mengawali babak kedua dengan tampil menyerang. Mereka berusaha mengurung pertahanan Indonesia. Sayang usaha Korsel belum menemukan hasil. Hingga terjadi insiden pada menit ke-69. Pemain depan Korsel U-23 Lee young-Jun diganjar kartu merah. Dia terekam kamera dengan sengaja menginjak Justin Hubner yang bermain sebagai bek kiri.
Justru karena bermain 10 orang, Korsel mengubah gaya main. Mereka cenderung bertahan lantas melakukan serangan balik. Para pemain timnas Indonesia U-23 terpancing melakukan serangan pada menit 82. Kiper Korsel berhasil melakukan lemparan bola, kemudian bola dialirkan ke kaki Jeong Shang Bin. Pemain ini lantas mencetak gol pada menit ke-84 untuk menyamakan kedudukan menjadi 2-2.
Laga timnas Indonesia U-23 Vs Korsel U-23 berlangsung sengit hingga 120 menit termasuk babak tambahan. Ambisi Garuda Muda mengunci kemenangan gagal. Korsel pada menit 90+7 harus kehilangan sang pelatih karena mendapat kartu merah. Laga antar pelatih asal Korsel ini, Shin Tae-yong vs Hwang Sun-hong dilanjutkan melalui adu penalti. Babak tos—tosan ini dilakukan hingga penendang ke-12.
Timnas Indonesia U-23 melaju ke semifinal setelah penendang ke-12 Korsel berhasil digagalkan Ernando Ari. Arhan Pratama menjadi eksekutor terakhir timnas Indonesia U-23 berhasil menjalankan tugas dengan baik. Parta pemain Timnas Indonesia U-23 semburat memeluk Arhan. Kemenangan ini mengantarkan Garuda Muda ke semifinal Piala Asia U-23 2024. Kedudukan skor adu penalti menjadi 11-10 untuk kemenangan anak asuh Shin Tae-yong.
Selamat Garuda Muda… Terima kasih Shin Tae-yong





