
Polemik dugaan ijazah palsu Jokowi tidak berhenti di Bambang Tri. Setelah narasi ijazah SD – SMA Jokowi diduga palsu, muncullah dugaan ijazah S1 Jokowi yang dikeluarkan oleh UGM juga palsu.
Jokowi, sebagaimana diketahui publik, mengaku sebagai alumni prodi S1 di Fakultas Kehutanan UGM angkatan 1980 dan lulus pada 1985.
Menanggapi narasi ini, Rektor UGM, Ova Emilia, sampai memberikan klarifikasi dan memastikan keaslian ijazah S1 Jokowi.
“Atas data dan informasi yang kami miliki dan terdokumentasi dengan baik, kami meyakini keaslian mengenai ijazah S1 insinyur Jokowi dan yang bersangkutan benar-benar lulusan fakultas kehutanan UGM,” kata Ova, seperti diberitakan berbagai media pada Selasa, 11 Oktober 2022.
2025: Tuduhan Ijazah S1 Palsu
Isu ijazah Jokowi sempat mereda beberapa tahun. Namun, pada 2025, sejumlah pihak membeberkan hasil kajian mereka terkait dugaan ijazah S1 Jokowi yang diduga palsu, di media sosial. Salah satunya, mereka mengeklaim telah membandingkan foto wajah Jokowi dalam ijazah S1 yang tersebar selama ini.
Dekan Fakultas Kehutanan UGM, Sigit Sunarta, pun buka suara terkait isu yang lagi-lagi muncul ini. Dia memastikan bahwa Jokowi pernah berkuliah dan lulus dari Fakultas Kehutanan UGM.
“Perlu diketahui, ijazah dan skripsi dari Joko Widodo adalah asli. Ia pernah kuliah di sini. Teman satu angkatan beliau mengenal baik beliau. Beliau aktif di kegiatan mahasiswa (Silvagama). Beliau tercatat menempuh banyak mata kuliah, mengerjakan skripsi, sehingga ijazahnya pun dikeluarkan oleh UGM adalah asli,” kata Sigit, dilansir dari laman resmi UGM, dikutip Selasa, 15 April 2025.
Sigit mengaku menyayangkan adanya informasi menyesatkan terkait jenis huruf atau font Times New Roman dalam skripsi dan ijazah Jokowi—yang oleh pihak-pihak yang memperkarakan ijazah Jokowi, font itu disebut belum ada pada tahun kelulusan Jokowi.
Namun, kata Sigit, font Times New Roman sudah banyak digunakan oleh mahasiswa pada waktu itu. Dia juga menjelaskan bahwa sampul dan lembar pengesahan skripsi Jokowi dicetak di percetakan, tetapi seluruh isi tulisan skripsinya setebal 91 halaman masih menggunakan mesin ketik.
“Ada banyak skripsi mahasiswa yang menggunakan sampul dan lembar pengesahan dengan mesin percetakan,” ujar Sigit.
Namun, klarifikasi dari pihak UGM itu sepertinya tidak bisa diterima oleh sejumlah pihak-pihak yang mempermasalahkan ijazah Jokowi. Isu ini terus menggelinding, hingga akhirnya Jokowi—yang sebelumnya selalu memilihi diam—melapor ke Mapolda Metro Jaya pada 30 April 2025.***





