Tantangan ini semakin berat dengan prakiraan cuaca ekstrem. Suhu panas di kawasan tersebut diperkirakan akan melonjak hingga mendekati 50°C.
“Jemaah Jaga Jemaah”: Benteng Utama di Armuzna
Merespons tingginya risiko tersebut, Komisi Nasional (Komnas) Haji menegaskan bahwa kekompakan dan solidaritas antarjemaah adalah kunci utama keselamatan. Jemaah harus saling bahu-membahu (ta’awun) tanpa harus selalu mengandalkan keberadaan petugas yang jumlahnya terbatas.
Ketua Komnas Haji, Mustolih Siradj, memberikan peringatan tegas sekaligus instruksi langsung kepada seluruh elemen jemaah Indonesia.
“Kita menghadapi jutaan lautan manusia dengan pakaian serba putih dan tenda yang identik, ditambah cuaca ekstrem yang bisa mendekati 50 derajat Celsius. Risiko jemaah terpisah sangat tinggi. Oleh karena itu, kita tidak bisa menyerahkan sepenuhnya kepada petugas. Semangat ‘Jemaah Jaga Jemaah’ harus menjadi napas kita selama di Armuzna. Pada titik inilah peran Ketua Rombongan (Karom) dan Ketua Regu (Karu) menjadi sangat sentral dan vital untuk memastikan anggotanya tetap utuh,” tegas Mustolih Siradj, kepada Samudrafakta, Senin (25/5/2025).
Melalui penerapan konsep saling peduli dan kepemimpinan Karu serta Karom yang sigap, angka jemaah yang tersesat atau hilang dapat ditekan seminimal mungkin. Di balik beratnya medan dan cuaca, Komnas Haji tetap menaruh optimisme tinggi bahwa puncak pelaksanaan haji di Armuzna tahun ini akan berjalan dengan sukses, aman, dan lancar. ***





