Pyongyang menguji rudal baru dan menegaskan kemampuan serang hingga wilayah utama Amerika.
Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, mengklaim negaranya kini memiliki kemampuan untuk menyerang daratan utama Amerika Serikat setelah uji coba rudal balistik terbaru.
Pernyataan itu disampaikan setelah Pyongyang meluncurkan rudal dalam uji coba yang disebut sebagai bagian dari penguatan sistem pertahanan strategis negara tersebut.
Media pemerintah Korea Utara melaporkan bahwa uji coba tersebut melibatkan rudal balistik antarbenua (ICBM) yang dirancang untuk membawa hulu ledak nuklir.
Kim menyatakan bahwa kemampuan ini merupakan bentuk respons terhadap apa yang ia sebut sebagai ancaman militer dari Amerika Serikat.
“Ini adalah langkah penting untuk memperkuat kekuatan pencegah nuklir kami,” ujar Kim dalam laporan resmi yang dikutip The Independent, Minggu (29/3/2026).
Klaim Jangkauan Hingga Wilayah AS
Menurut laporan tersebut, rudal yang diuji memiliki jangkauan yang cukup untuk mencapai daratan utama AS. Uji coba ini juga disebut berhasil memenuhi semua parameter teknis yang telah ditetapkan oleh militer Korea Utara.
Kim menegaskan bahwa pengembangan senjata ini akan terus dilanjutkan. Ia menyebut program tersebut sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk mempertahankan kedaulatan negara.
Langkah ini kembali meningkatkan ketegangan di kawasan. Amerika Serikat dan sekutunya selama ini menilai uji coba rudal Korea Utara sebagai pelanggaran terhadap resolusi Dewan Keamanan PBB.
Respons dan Ketegangan Regional
Washington sebelumnya telah memperingatkan bahwa aktivitas militer Korea Utara dapat memicu eskalasi konflik di Asia Timur.
Pemerintah AS juga menegaskan komitmennya untuk melindungi sekutu di kawasan, termasuk Korea Selatan dan Jepang.
Sementara itu, Korea Utara menilai kehadiran militer AS di kawasan sebagai ancaman langsung terhadap keamanan nasionalnya.
Situasi ini membuat hubungan kedua negara tetap berada dalam ketegangan tinggi.
Uji coba rudal terbaru ini menjadi salah satu dari rangkaian langkah Pyongyang dalam beberapa bulan terakhir untuk meningkatkan kemampuan militernya.





