Selain dugaan korupsi terkait verifikasi dan validasi, laporan juga menyebutkan pengadaan proyek tenda dengan dugaan kerugian Rp7,8 miliar.
Khofifah, yang juga Xalon Gubernur Jawa Timur 2024, mengaku belum megetahui jika dia dilaporkan ke lembaga antirasuah. Namun, ia menyebut akan memantau kelanjutan proses pelaporan itu.
“Ya, kita lihat saja posisinya. Saya juga baru dengar ini,” kata Khofifah kepada wartawan, di Kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Jakarta, Selasa (4/6/2024), dikutip dari Kompas.com.
Sementara, Kepala Bagian Pemberitaan KPK, Ali Fikri, menyatakan bahwa laporan tersebut akan diverifikasi terlebih dahulu oleh KPK. Ia menekankan bahwa prinsip KPK adalah untuk mendalami setiap laporan masyarakat. Ali juga menegaskan bahwa materi laporan dan identitas pelapor tidak akan diumumkan kepada publik.
Sakadar mengingatkan, pada Desember 2022 KPK juga diketahui pernah menggeledah ruang kerja Khofifah. Penggeledahan ini diduga berkaitan dengan kasus dugaan suap yang menjerat Wakil Ketua DPRD Jatim Sahat Tua Simanjuntak. KPK menyita beberapa dokumen dan bukti elektronik terkait penyusunan APBD Jawa Timur.♦
.





