Jagat maya dibikin geger oleh kasus pemukulan terhadap seorang dokter koas Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (FK Unsri), di Palembang, Sumatera Selatan. Gara-garanya, ada calon dokter, anak pejabat, yang tidak terima dengan jadwal piket yang disusun si dokter koas. Perkara ini merembet ke mana-mana, sampai menyambar bapak dokter muda yang tidak mau piket itu.
Sebagai informasi, dokter koas adalah program profesi yang harus ditempuh oleh mahasiswa jurusan kedokteran untuk mendapatkan gelar dokter. Program ini dilaksanakan di rumah sakit dalam kurun waktu 1,5 — 2 tahun.
Geger jagat maya ini berawal dari tersebarnya sebuah video amatir yang diunggah oleh akun media sosial X bernama @heralobs. Dalam video itu tampak pria berkaos merah berbadan besar sedang memukuli seorang dokter koas bertubi-tubi.
Orang-orang yang ada di sekitar lokasi berusaha turut melerai. Namun, pria berkaos merah tetap kukuh memukuli dokter koas itu.
Belakangan diketahui jika pria baju merah tersebut bernama Fadillah (37), sopir dari keluarga Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Barat, Dedy Mandarsyah. Sedangkan dokter koas yang dia pukuli bernama Muhammad Luthfi.

Fadillah rupanya kalap untuk ‘mewakili’ anak majikannya, seorang calon dokter, bernama Lady Aulie Pramesti. Lady adalah junior korban Luthfi.
Fadillah datang ke rumah sakit mengantarkan istri Dedy sekaligus ibunya Lady, Sri Melina. Perempuan yang biasa dipanggil Lina itu datang ke RS untuk menemui Luthfi, meminta agar jadwal piket untuk anaknya diubah.
Lina menemui Luthfi karena Lady tidak terima dengan jadwal piket libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang disusun Luthfi. Lady merasa diperlakukan tidak adil, karena dapat giliran piket pas liburan.
Namun, di tengah pertemuan, tiba-tiba Fadillah adu mulut dengan Luthfi dan menghajar dokter koas tersebut. Korban tidak terima dan lapor polisi.



