Atasi Kurang Dokter, 3 FK di Surabaya Buka 9 Prodi PPDS

FK di Surabaya
Peluncuran program dokter spesialis di tiga FK di Surabaya. - Humas Unusa
Tiga FK di Surabaya resmi luncurkan 9 program spesialis baru guna atasi krisis dokter nasional. Langkah strategis ini jadi bagian transformasi kesehatan 2026.

Tiga Fakultas Kedokteran di Surabaya bersama-sama meluncurkan pembukaan program pendidikan dokter spesialis (PPDS). Indonesia masih menghadapi kekurangan dokter spesialis dalam jumlah besar, baik dari sisi total kebutuhan nasional maupun pemerataan distribusi.

Keterbatasan jumlah tenaga spesialis berdampak langsung pada antrean layanan, keterlambatan penanganan kasus kritis, serta ketimpangan akses layanan kesehatan antara kota besar dan daerah.

Dalam upaya mengatasi hal itu, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi mempercepat pemenuhan dokter spesialis dengan membuka sekitar 156–160 program pendidikan dokter spesialis dan subspesialis sepanjang 2025–2026, sehingga total program pendidikan dokter spesialis nasional meningkat menjadi lebih dari 500 program.

Bacaan Lainnya
Atasi Ketimpangan Layanan Kesehatan

Sejalan dengan kebijakan nasional tersebut, tiga Fakultas Kedokteran di Surabaya bersama-sama meluncurkan pembukaan program pendidikan dokter spesialis (PPDS). Ketiga kampus tersebut masing-masing adalah Fakultas Kedokteran Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) dengan dua PPDS, Fakultas Kedokteran Universitas Ciputra Surabaya dengan dua PPDS, dan Fakultas Kedokteran Universitas Hang Tuah Surabaya dengan lima PPDS.

Total ada sembilan PPDS baru sebagai kontribusi nyata daerah dalam mempercepat ketersediaan dokter spesialis dan memperluas akses layanan kesehatan berkualitas bagi masyarakat.

Dirjen Pendidikan Tinggi, Prof. Dr. Khairul Munadi, S.T., M.Eng., mengatakan, pembukaan ratusan program PPDS baru secara nasional merupakan bagian dari strategi percepatan pemenuhan dokter spesialis dan pemerataan layanan kesehatan. Dengan peningkatan kapasitas pendidikan hingga ribuan residen baru setiap tahun, pemerintah menargetkan pengurangan ketimpangan layanan spesialis di berbagai daerah Indonesia.

Target Peningkatan Kapasitas Nasional

Data resmi dari Kemdiktisaintek pada tahun 2025 pemerintah menargetkan pembukaan sekitar 148 prodi PPDS baru di 57 fakultas kedokteran. Dalam realisasinya mencapai sekitar 156–160 prodi baru dengan komposisi sekitar 126 sampai 128 prodi dokter spesialis dan 30 sampai 32 prodi subspesialis, sehingga total prodi PPDS nasional meningkat dari 366 prodi menjadi sekitar 526 prodi.

Pos terkait