Kemendikdasmen Kirim 50 Guru SMK Magang Tiga Bulan di Jerman

Guru SMK Magang ke Luar Negeri
Sejumlah guru SMK yang terpilih mengikuti magang ke luar negeri. (Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat Sekretariat Jenderal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah)

Sebanyak 50 guru SMK dari 16 provinsi akan mengikuti program magang selama tiga bulan di Jerman untuk memperkuat kompetensi teknis, pedagogis, dan pendidikan vokasi berstandar global.

Sebagai upaya meningkatkan kualitas dan kompetensi guru sekolah menengah kejuruan (SMK), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus melepas 50 guru SMK peserta program Magang Luar Negeri bagi Guru SMK Tahun 2026.

Program yang merupakan kolaborasi antara Kemendikdasmen dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) ini bertujuan memberikan pengalaman langsung kepada guru SMK mengenai budaya kerja, penerapan teknologi terkini, serta standar operasional industri bertaraf internasional.

Dalam pelaksanaannya, Kemendikdasmen dan LPDP menggandeng sejumlah mitra, yakni Atase Pendidikan dan Kebudayaan Jerman, Technische Universität Dresden (TU Dresden) sebagai mitra perguruan tinggi, serta FESTO Germany sebagai mitra industri.

Bacaan Lainnya

Perkuat Pendidikan Vokasi

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti, menyampaikan apresiasi kepada 50 guru SMK yang mengikuti program magang di Jerman.

“Kami berkomitmen untuk meningkatkan kualitas para guru dengan partisipasi semesta. Ini bagian awal dan bagian penting untuk memajukan pendidikan vokasi. Manfaatkan program ini sebaik mungkin, bangun jejaring karena setiap pengalaman akan memiliki makna yang sangat penting,” terang Mendikdasmen, dalam keterangannya seperti dikutip Rabu (2/9/2026).

Melalui pengalaman belajar secara langsung di lingkungan industri global dan perguruan tinggi luar negeri, para guru diharapkan dapat memperluas wawasan serta meningkatkan kompetensi teknis dan pedagogis. Pengetahuan dan praktik terbaik yang diperoleh selama magang selanjutnya diharapkan dapat diterapkan dalam proses pembelajaran di SMK, termasuk untuk memutakhirkan kurikulum kejuruan dan memperkuat implementasi teaching factory (Tefa) yang berorientasi pada standar global.

Mendikdasmen juga menekankan bahwa SMK merupakan salah satu satuan pendidikan yang diharapkan mampu mempersiapkan murid untuk memasuki dunia kerja, mengembangkan jiwa kewirausahaan, maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Oleh karena itu, kurikulum SMK perlu terus diperkuat dan diselaraskan dengan kebutuhan dunia kerja serta pilihan dan arah karier murid, sehingga pendidikan yang diberikan semakin relevan dengan masa depan mereka.

“Kita memahami tidak seluruh lulusan SMK harus masuk dunia kerja di usia belia. Kurikulum yang berkaitan dengan kewirausahaan harus terwadahi karena sekarang banyak ruang untuk berwirausaha. Banyak pekerjaan yang hilang di tengah perkembangan dunia digital, tapi banyak juga pekerjaan yang bisa dibuka dengan berwirausaha. Sekali lagi selamat,” pungkas Mendikdasmen.

Magang Tiga Bulan di Jerman

Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Tatang Muttaqin, menyampaikan bahwa program Magang Luar Negeri bagi Guru SMK merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dalam memperkuat kualitas pendidikan vokasi.

Menurutnya, peningkatan kompetensi guru bukanlah proses yang bersifat sekali selesai, melainkan upaya berkelanjutan yang perlu dilakukan secara konsisten untuk menjawab tuntutan perkembangan dunia pendidikan dan kebutuhan dunia kerja.

Sebanyak 50 guru SMK yang dinyatakan lulus seleksi magang di Jerman selama tiga bulan dengan rangkaian tahap fondasi, penguatan, imersi, dan kapitalisasi. Kelima puluh guru SMK tersebut berasal dari 16 provinsi yang membidangi Kompetensi Keahlian Teknologi Manufaktur dan Rekayasa, Teknologi Konstruksi dan Bangunan, serta Energi dan Pertambangan.

“Sebanyak 34 guru SMK akan belajar di TU Dresden dan 16 guru SMK akan belajar di FESTO Germany. Kita menyadari bahwa kualitas pendidikan vokasi sangat ditentukan oleh kualitas guru. Guru adalah hulu dari kualitas lulusan dan investasi pada kompetensi guru adalah investasi terbaik bagi masa depan vokasi. Keberangkatan Bapak dan Ibu guru ke Jerman membawa misi penting,” terang Tatang.

Tatang juga berpesan agar guru-guru SMK dapat menjaga profesionalisme, kedisiplinan, tanggung jawab, dan integritas. “Jerman dikenal sebagai kiblat pendidikan vokasi melalui sistem ganda yang sukses. Kami harap Bapak dan Ibu dapat mengambil pengalaman itu semua sebagai bahan refleksi, inspirasi, jejaring, dan pulang membawa gagasan serta semangat untuk melakukan perubahan,” harap Tatang.

LPDP Fasilitasi Program Magang

Kepala Divisi Kerja Sama dan Pengembangan LPDP Agam Bayu Suryantoro, menyampaikan bahwa LPDP berperan dalam memfasilitasi Program Magang Luar Negeri bagi Guru SMK Tahun 2026.

“Bagi LPDP, ini adalah program yang sangat strategis. Semoga Bapak dan Ibu bisa menjalani program ini sebaik mungkin dan dapat bermanfaat. Outcome-nya dapat dirasakan sehingga nanti ketika evaluasi dan ingin ada keberlanjutan, kami sudah ada bukti. Selamat untuk 50 guru SMK,” ucap Agam Bayu.

Kesempatan bagi Guru di Daerah

Sementara itu, guru SMKN 1 Sumatra Barat, Yenni Arta, salah satu penerima manfaat program tersebut, mengaku sangat senang mendapat kesempatan untuk belajar dan mendalami pendidikan vokasi di Jerman.

Menurutnya, ini adalah kesempatan langka terutama ketika guru-guru di daerah diberikan kesempatan dan difasilitasi untuk bisa mengeksplorasi lebih jauh di negara yang sangat maju pengelolaan pendidikan vokasinya.

“Sangat senang sekali, apalagi buat kami-kami di daerah ini. Kita tahu untuk belajar ke sana sangat mahal biayanya dan kami bersyukur bisa lolos. Banyak hal yang ingin saya pelajari di sana karena ini akan bermanfaat, terutama ketika saat melakukan pendampingan murid yang akan mengikuti Lomba Kompetensi Siswa (LKS),” ucap Yenni. ***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan