Sementara itu, Ketua Komisi VIII DPR RI, Ashabul Kahfi, menyatakan tidak sepakat jika Sidang Isbat ditiadakan.
“Karena sidang isbat ini kan tujuannya untuk memberi kepastian bagi sebagian umat Islam Indonesia yang ingin menentukan awal Ramadan melalui hilal, dan itu dilalui lewat sidang isbat,” ujar Ashabul Kahfi saat ditemui usai konferensi pers penetapan sidang isbat 1 Ramadan di Kementerian Agama pada Ahad, (10/3/2024).
Meski demikian, ia menyatakan dapat memahami usulan Muhammadiyah tersebut. “Saya hargai sebagai sebuah partisipasi masyarakat terkait kebijakan publik,” katanya.
Terkait Fatwa MUI soal Sidang Isbat, yang dalam penerapannya menggabungkan dua metode, hisab dan rukyat, Ashabul Kahfi menyebut bahwa metode ini juga digunakan pada Muhammadiyah.
Ashabul Kahfi juga mengatakan, berdasarkan MABIMS, yakni kesepakatan Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura, ditentukan bahwa ketinggian bulan minimal 3 derajat. Sedangkan Muhammadiyah, kata dia, tidak terikat dengan ketinggian derajat.
“Pak JK pernah mengusulkan beberapa waktu yang lalu, yang satu diturunkan, satu dinaikkan derajatnya, tapi kan tidak sesederhana itu,” ucapnya.
Ashabul juga menilai pandangan Sidang Isbat membuang-buang uang, tidak benar. Dari perspektif Muhammadiyah, menurutnya, mungkin pihaknya hanya ingin mengimbau Kemenag untuk melakukan efisiensi-efisiensi terhadap beberapa item yang dianggap tidak terlalu diperlukan.
Sebagaimana diketahui, PP Muhammadiyah mengusulkan peniadaan Sidang Isbat penentuan awal Ramadan. Menurut Sekum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti, penghapusan kegiatan Sidang Isbat untuk menentukan awal Ramadhan bisa menghemat anggaran negara.
“Dengan tidak diadakan Isbat, lebih menghemat anggaran negara yang secara keuangan sedang tidak baik-baik saja,” ucap Mu’ti, melalui pesan tertulis pada wartawan, Sabtu, 9 Maret 2024.
Sementara pada Ahad (10/3), Kemenag RI tetap menjalankan Sidang Isbat dan menetapkan 1 Ramadhan 1445 H jatuh pada Selasa, 12 Maret 2024. Penetapan ini berbeda dengan keputusan PP Muhammadiyah, yang menetapkan 1 Ramadhan jauh pada Senin, 11 Maret 2024.◼︎





