Kehadiran Ibu Negara Tak Diatur dalam Tata Negara tetapi Penting secara ‘Simbolik’, Siapa yang Bakal Dampingi Presiden Prabowo?

Siapa Ibu Negara yang bakal mendampingi Presiden Prabowo Subianto? (Dok. Istimewa)
Sosok Ibu Negara pendamping presiden  tidak diatur secara resmi dalam peraturan tata negara, namun keberadaannya seolah dianggap sebagai kelaziman—bahkan cenderung menjadi “keharusan”. Siapa yang akan mengambil peran sebagai Ibu Negara yang mendampingi Presiden Prabowo Subianto?

Menurut Feri Amsari, pakar hukum tata negara dari Universitas Andalas—sebagaimana dikutip dari BBC News Indonesia—tidak ada aturan yang mengharuskan adanya Ibu Negara sebagai ‘sosok seremonial, atau pendamping Presiden pada acara-acara resmi.

“Hanya saja, pasti akan timbul ketimpangan, ya? Karena, dari segi formil, ada ruang seremonial yang sangat penting dalam diplomasi luar negeri dan dalam negeri. Karena itu, perlu ditimbang baik-baik,” ujar Feri.

Feri menambahkan, Presiden bisa saja  menunjuk orang yang bisa menjalankan tugas-tugas ibu negara. Peran ini, misalnya, kata Feri, bisa diambil oleh sanak saudara Prabowo yang perempuan.

Bacaan Lainnya
Bagaimana dengan Titiek Soeharto?

Perbincangan tentang siapa Ibu Negara pendamping Prabowo  kembali ramai di ruang publik setelah Siti Hediati Hariyadi alias Titiek Soeharto, mantan istri Prabowo, hadir pada upacara pelantikan Presiden Indonesia ke-8 dan wakilnya di Istana Negara, Jakarta, pada Ahad (20/10).

Titiek Soeharto ketika menghadiri pelantikan Prabowo Subianto sebagai Presiden ke-8 RI, Ahad (20/10/2023). (Tangkapan Layar)

Momen kehadiran Titiek dan putranya dengan Prabowo, Didiet Hediprasetyo, ramai menjadi bahasan dunia maya. Istilah “ibu negara” atau turunannya sempat menjadi urutan teratas di mesin pencarian jagad maya dalam waktu itu jam terakhir.

Foto Titiek, Prabowo, dan putra mereka, Didiet, usai pelantikan Presiden RI. (Instagram/@titieksoeharto)

Titiek sendiri, sebagaimana jamak diketahui publik, sudah pernah beberapa kali tampil pada momen publik Prabowo. Putri kedua Presiden ke-2 RI, Soeharto, itu juga hadir ketika Prabowo menyampaikan pidato di Istora Senayan, Jakarta, pada 14 Februari 2024, setelah disebut unggul dalam versi hasil hitung cepat Pemilu 2024.

Ketika itu Prabowo menyapa Titiek dalam pidatonya. Sapaan Prabowo pun disambut sorakan para pendukungnya. Bahkan, tidak sedikit yang menyerukan supaya mantan Menteri Pertahanan itu rujuk dengan mantan istrinya.

Pos terkait