Sekretaris Jenderal PBNU, Saifullah Yusuf, membenarkan penetapan tanggal tersebut. Meski demikian, PBNU belum memutuskan lokasi pasti penyelenggaraan.
”Ada beberapa daerah yang mengusulkan untuk menjadi tuan rumah, seperti NTB, Sumatera Barat, dan Jawa Timur. Tapi semuanya nanti tentu tergantung pada hasil rapat,” ujar tokoh yang akrab disapa Gus Ipul tersebut. Ia menambahkan, panitia masih mempertimbangkan kemudahan akses, ketersediaan sarana prasarana, serta pendeknya waktu persiapan yang tersisa sekitar dua bulan.
Sebagai langkah awal, PBNU menjadwalkan Munas Alim Ulama dan Konbes pada Juni 2026. Hasil dari dua agenda ini akan menjadi materi pembahasan utama dalam Muktamar. Nantinya, Muktamar Ke-35 memiliki agenda puncak, yakni pemilihan Ketua Umum PBNU serta penetapan anggota Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) yang bertugas memilih Rais Aam.
Pertemuan ulama di Lirboyo ini menjadi bukti nyata kepedulian akar rumput. Pengawalan para kiai daerah diharapkan mampu memastikan kebijakan PBNU tetap berpijak pada tradisi pesantren dan menjaga cita-cita luhur para pendiri Nahdlatul Ulama.***





