Kasus Model Belanda Tewas di Malaysia Dibuka Lagi, Ibunda Ivana Smit Menang Gugatan

Foto semasa hidup Ivana Smit. Foto:SS Instagram Ivana_smit
Delapan tahun berlalu sejak kematian tragis model Belanda, Ivana Smit, akhirnya babak baru dimulai. Pengadilan Malaysia memutuskan untuk membuka kembali penyelidikan kasus tersebut setelah sang ibu memenangkan gugatan terhadap kepolisian.

_______________

Nama Ivana Smit sempat mencuat saat menempati posisi runner-up dalam ajang pencarian supermodel Malaysia pada 2014, ketika usianya baru 15 tahun. Namun tiga tahun kemudian, dunia terhenyak saat jenazahnya ditemukan dalam kondisi telanjang di balkon lantai enam sebuah kondominium di Kuala Lumpur, pada Desember 2017. Ivana disebut jatuh dari lantai 20 gedung yang sama, setelah sempat menginap bersama pasangan asal Amerika Serikat.

Dikutip dari People, pasangan itu adalah maestro Bitcoin, Alexander Johnson, dan istrinya. Mereka mengakui sempat melakukan hubungan intim bertiga (threesome) dengan Ivana, tak lama sebelum kejadian tragis itu.

Bacaan Lainnya

Pada 2019, seorang koroner memutuskan bahwa kematian Ivana adalah kecelakaan. Tak ada indikasi adanya tindak kriminal. Namun sang ibu tidak tinggal diam. Ia mengajukan banding dan meminta agar penyebab kematian anaknya ditinjau ulang.

Masih di tahun yang sama, seorang hakim membatalkan putusan tersebut dan menyatakan bahwa Ivana meninggal karena “perbuatan seseorang”. Ini menjadi titik balik bagi perjuangan sang ibu.

Pada 2020, ia menggugat Inspektur Jenderal Polisi Malaysia, menuding pihak kepolisian lalai dalam menyelidiki kematian putrinya. Gugatan itu akhirnya membuahkan hasil.

Selasa, 29 Juli 2025, Hakim Roz Mawar Rozain memutuskan untuk memenangkan gugatan tersebut. Dalam putusannya, hakim memerintahkan kepolisian untuk membuka kembali penyelidikan dan memberikan laporan berkala setiap tiga bulan kepada Jaksa Agung.

Tak hanya itu, pengadilan juga memerintahkan ganti rugi senilai 1,1 juta ringgit Malaysia kepada ibu Ivana. Angka itu menjadi simbol dari harapan baru, sekaligus bentuk pengakuan atas kelalaian aparat penegak hukum.

“Putusan ini bersejarah. Ini jadi pengingat keras bahwa penyelidikan kematian tidak wajar harus dilakukan secara tuntas, tidak boleh sembarangan,” tegas Datuk Sankara Nair, pengacara keluarga Ivana, dalam keterangannya kepada media.

Meski perjalanan panjang dan melelahkan, sang ibu akhirnya mendapat keadilan yang selama ini diperjuangkannya. Kini, harapan akan kebenaran yang utuh kembali menyala.***

Pos terkait