Kasus Miftah Dibahas PM Malaysia, Jadi Contoh Kurang Baik

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim dalam acara Perhimpunan Bulanan MOF di Putrajaya, 5 Disember 2024. Dalam acara ini dia sempat menyinggung kasus Miftah. (Facebook Anwar Ibrahim/AFIQ HAMBALI/Pejabat Perdana Menteri Malaysia)
Kasus penceramah sekaligus Utusan Khusus Presiden (UKP) Miftah Maulana—yang belakangan telah menyatakan mengundurkan diri dari UKP—dibahas sampai negeri tetangga, Malaysia. Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim menyoroti apa yang dilakukan Miftah dan menilainya sebagai masalah adab. 

Sebagaimana diketahui, Miftah dianggap publik melontarkan hinaan kepada pedagang es teh bernama Sunhaji dengan ucapan “goblok” saat mengisi ceramah di Magelang, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu.

Menurut Anwar Ibrahim, apa yang dilakukan Miftah merupakan wujud dari sikap kesombongan. 

Dengan demikian, lanjut PM Malaysia yang menjabat sejak 2022 lalu itu, sikap sombong bukan hanya merasuki mereka yang tidak paham agama, tetapi juga seseorang yang dinilai paham ajaran-ajaran agama, seperti penceramah agama–merujuk pada Miftah. 

Bacaan Lainnya

“Ini satu contoh pengalaman bahwa keangkuhan, sombong itu kadang-kadang bukan saja di kalangan orang yang tidak tahu agama. Tetapi orang yang paham agama, yang bicara tentang Islam, salat, akidah, dan sunah,” ujar PM berusia 77 tahun itu, saat mengisi acara internal Kementerian Keuangan Malaysia, seperti yang disiarkan melalui akun Facebook resmi Anwar Ibrahim, pada Kamis, 5 Desember 2024.

Cuplikan video PM Malaysia Anwar Ibrahim yang membahas kejadian penceramah Miftah Maulana.(MG TV)

Anwar mengaku mengetahui insiden Miftah setelah mendapat kiriman video dari rekannya di Indonesia. Ia mengaku heran melihat penceramah yang tenar melalui aksinya berceramah di klab-klab malam itu.

“Saya lihat itu, dikirim dari teman di Indonesia. Saya pun merasa aneh, agak luar biasa,” katanya.

Miftah telah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka dan mendatangi pedagang es teh tersebut. Dia bahkan menjanjikan memberangkatkan si pedagang es teh umrah bersama keluarganya.

Kendati demikian, sejumlah wargnet terus mendesak agar pengasuh Ponpes Ora Aji Yogyakarta itu dicopot dari jabatan Utusan Khusus Presiden.

Pos terkait