Kapitayan, Agama Monoteisme Asli Nusantara yang ‘Difitnah’ sebagai Animisme-Dinamisme

Kekuatan Sang Hyang dipercaya ada di berbagai tempat. Maka dari itu, penganut Kapitayan mempersembahkan sesaji di tempat-tempat yang mereka yakini sebagai perwujudan Sang Hyang Taya, sebagai bentuk penghambaan mereka terhadap sesembahan.

Ritual itulah yang oleh Barat dipahami sebagai aktivitas animisme dan dinamisme—yang ditularkan pada pemahaman banyak orang saat ini. Padahal, konsep peribadatan yang disalahpahami oleh Barat itu sebenarnya bertujuan untuk memohon kebaikan dan menolak keburukan, berdasarkan dua poros yang dipercayai dimiliki oleh Sang Hyang Taya.

Bacaan Lainnya

Penganut Kapitayan juga mengerjakan ritual harian yang dilakukan di suatu tempat bernama “sanggar”. Bangunan ini memiliki empat atap yang disebut Tu-mpang. Penganut Kapitayan tidak mengenal konsep arca, patung, atau sejenisnya yang dibikin untuk disembah.

Gerakan ritual yang dikerjakan penganut Kapitayan di dalam sanggar hampir sama dengan gerakan shalat dalam Islam. Ritual dimulai dengan gerakan yang disebut tu-lajeg (berdiri tegak) menghadap tu-tuk (lubang) dengan kedua tangan diangkat ke atas untuk menghadirkan Sang Hyang Taya ke dalam tu-tud (hati). Setelah merasa Sang Hyang hadir dalam hati, kedua tangan diturunkan di dada, tepat pada tu-tud (hati). Posisi ini disebut swadikep, yang berarti bersedekap untuk mendekap ke-akuan.

Proses tulajeg  dilakukan dalam durasi yang cukup lama. Mungkin dalam konsep Islam disebut tumakninah. Setelah tulajeg selesai, gerakan dilanjutkan dengan tu-ngkul, yaitu membungkuk memandang ke bawah, yang juga relatif lama.

Setelah itu dilanjutkan dengan posisi tu-lumpuk (bersimpuh dengan kedua tumit diduduki), kemudian dilanjutkan dengan to-ndhem (bersujud seperti bayi dalam perut ibunya).

Semua gerakan tersebut mirip sekali dengan gerakan shalat dalam Islam: Tulajeg sama dengan gerakan berdiri; tungkul sama dengan rukuk; tondhem sama dengan sujud; dan tulumpuk sama dengan duduk di antara dua sujud atau tahiyat.

Pos terkait