Tim Barunastra Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali membuktikan diri sebagai penguasa inovasi maritim dunia. Dalam ajang International Roboboat Competition (IRC) 2025 yang digelar di Nathan Benderson Park, Florida, Amerika Serikat, tim kebanggaan Tanah Air ini menyabet gelar juara pertama pada kategori Autonomy Challenge. Ini menjadi kemenangan keenam mereka di ajang yang sama.
Kompetisi yang diikuti oleh tim-tim unggulan dari berbagai negara itu mengusung tema Environmental Monitoring. Robot kapal peserta diuji dalam enam misi utama: Navigation Channel, Mapping Migration Pattern, Treacherous Water, Race Against Pollution, Rescue Deliveries, dan Return to Home. Misi-misi ini mengukur kecakapan kapal dalam navigasi otomatis, akurasi pemetaan, serta ketahanan di perairan berbahaya.
General Manager Tim Barunastra ITS, Taib Izzat Samawi, menyebut kemenangan kali ini tidak lepas dari kerja keras tim dalam mengembangkan inovasi teknologi kapal otonom. “Penilaian didasarkan pada seberapa cerdas kapal dalam bergerak secara otomatis dan menyelesaikan tugas-tugasnya. Kami bersyukur kapal kami mampu menunjukkan performa terbaik,” kata Taib.
Tak hanya unggul dalam kategori utama, Barunastra ITS juga membawa pulang gelar juara kedua dalam kategori Design Documentation. Ajang ini menilai sejauh mana tim mampu mengembangkan riset dan inovasi teknologi kapal. “Capaian ini menunjukkan bahwa secara teknis dan akademis, riset kami mampu bersaing dengan inovator maritim dunia,” ujar Taib.
Pada kompetisi ini, Barunastra ITS menurunkan Nala Ares, kapal robot terbaru yang dibekali dengan berbagai penyempurnaan. Kapal ini dirancang dengan lambung berbahan serat karbon, yang membuatnya lebih ringan dan meningkatkan daya apung. Sistem propulsi mutakhir yang diterapkan juga menjadikan Nala Ares lebih presisi dalam bermanuver di perairan terbuka.
Keunggulan lain yang ditawarkan Nala Ares terletak pada sistem kelistrikan yang lebih efisien. Dengan dua Printed Circuit Board (PCB) utama—PCB Daya dan PCB Pengendali—kapal ini dapat mengoptimalkan ruang dan modularitas sistem. “Kami juga menerapkan arsitektur perangkat lunak yang lebih sederhana, memanfaatkan modul perception, cognition, dan behavior untuk memastikan integrasi sistem yang lebih baik,” tambah Taib.
Kesuksesan ini tak lepas dari persiapan matang yang dilakukan tim. Sejak Desember tahun lalu, mereka telah menjalani serangkaian uji coba guna memastikan semua sistem bekerja optimal. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk sponsor dan akademisi ITS, turut berperan dalam pencapaian ini.
Lebih dari sekadar kemenangan, inovasi yang diusung Barunastra ITS sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) 14, yakni pelestarian ekosistem laut. Nala Ares dirancang untuk mendukung pemantauan lingkungan perairan dan menghadirkan solusi maritim yang lebih berkelanjutan.
“Pencapaian ini menjadi bukti bahwa anak bangsa mampu bersaing di kancah internasional,” kata Taib menutup perbincangan. Ke depan, Tim Barunastra ITS berharap inovasi mereka terus berkembang, menjangkau lebih banyak aspek dalam teknologi maritim global.***





