Jokowi Minta Pejabatnya Dukung Program Prabowo, Pengamat Menilai Itu Upayanya untuk ‘Menggaransi’ Keberlanjutan IKN

IKN—Presiden Joko Widodo alias Jokowi meminta menteri dan pejabat tinggi pemerintahannya juga mendukung program Presiden terpilih Prabowo Subianto. Pengamat menilai, permintaan tersebut merupakan upaya Jokowi untuk menunjukkan kedekatannya dengan Prabowo. Sekaligus harapan agar Prabowo benar-benar melanjutkan program-programnya, terutama pembangunan Ibu Kota Nusantara alias IKN.

“Kita semua harus mendukung penuh program presiden terpilih. Pastikan transisi pemerintahan berjalan efektif,” kata Jokowi dalam pembuka rapat kabinet paripurna di Istana Kepresidenan IKN, Kalimantan Timur, Jumat (13/9/2024).

Rapat tersebut merupakan sidang paripurna kabinet Jokowi yang terakhir, dan memang sengaja digelar di IKN—sebuah kota baru yang rencananya bakal seluas 1.999 kilometer persegi dan dibangun dengan biaya Rp466 triliun.

“Jika diperlukan regulasi baru,” lanjut Jokowi, “jika diperlukan perumusan kebijakan yang harus segera dibuat, segera dibuat dan diselesaikan. Utamanya untuk program-program unggulan Presiden Terpilih, agar setelah dilantik pemerintahan baru bisa segera bekerja dan berlari kencang.”

Bacaan Lainnya

Prabowo sendiri hadir dalam rapat tersebut, bersama seluruh menteri kabinet dan pejabat tinggi lainnya.

Namun demikian, Jokowi tidak merinci program-program unggulan Prabowo yang dia maksud. Namun, bila merujuk kepada kampanye Pemilu Presiden lalu, salah satu program unggulan Ketua Umum Partai Gerindra ini adalah makan siang gratis untuk 82,9 juta masyarakat miskin yang berasal dari tiga golongan: 74,2 juta anak sekolah, 4,3 juta santri, dan 4,4 juta ibu hamil.

Presiden Joko Widodo dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menghadiri acara pengarahan bagi pemimpin militer dan kepolisian di Istana Negara di Nusantara, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, pada 12 September 2024. (AFP)

Sejumlah pengamat menilai pernyataan Jokowi itu sebagai upaya menunjukkan kedekatannya dengan Prabowo dan merebut hati agar penerusnya tersebut merasa turut bertanggung jawab melanjutkan proyek yang telah digagasnya—terutama IKN.

Jokowi sendiri memutuskan berkantor di Nusantara hingga akhir masa jabatannya pada 19 Oktober mendatang. “Untuk memperlihatkan bahwa kantor kepresidenan baru sudah bisa digunakan,” kata seorang pejabat Istana Kepresiden, dikutip dari BenarNews, Senin (9/9/2024) kemarin.

Selain meminta para menterinya mendukung program Prabowo, Jokowi juga meminta agar mereka tidak membuat kebijakan yang dapat menimbulkan gejolak di masyarakat.

“Kita harus menjaga daya beli, menjaga inflasi, menjaga pertumbuhan, menjaga keamanan dan ketertiban, dan jangan membuat kebijakan ekstrem, terutama yang berkaitan dengan hajat hidup orang banyak yang berpotensi menimbulkan gejolak,” ujar Jokowi lagi.

Dia menutup pernyataannya dengan meminta maaf kepada para pejabat pemerintahan yang hadir.

Pengamat politik Universitas Indonesia (UI), Cecep Hidayat—sebagaimana dikutip dari Benarnews—menilai jika Jokowi beberapa kali terlihat berupaya mengesankan kedekatannya dengan Prabowo.

“Saat rapat paripurna pertama di IKN lalu, Jokowi juga menyapa Prabowo. Dia terlihat ingin sekali mengesankan kedekatan dengan Prabowo dan menunjukkan ada kesinambungan pemerintahan,” kata Cecep, dikutip dari BenarNews.

“Lewat kesan kedekatan itu, dapat dimaknai jika Jokowi ingin Prabowo turut bertanggung jawab dan berkomitmen melanjutkan legasinya.”

Sedangkan pengamat kebijakan publik, Agus Pambagio, menilai Jokowi hendak membuat Prabowo merasa turut memiliki komitmen terhadap keberlangsungan IKN. Namun, Agus menambahkan, “Apakah otomatis Prabowo melanjutkan (IKN)? Ya, belum tentu.”

“Dalam politik, kawan kan mendadak bisa menjadi lawan,” katanya.*

Pos terkait