Johan Silas Berpulang, Surabaya Kehilangan Penjaga Arah

Johan Silas
Pakar tata kota Prof. Ir. Johan Silas semasa hidupnya. - Istimewa

“Beliau selalu mengingatkan bahwa pembangunan harus dilakukan sesuai ketentuan dan perencanaan yang baik. Prinsip-prinsip itu yang terus beliau pegang dan ajarkan kepada banyak pihak,” kata Yayuk.

Sebagai akademisi, Johan Silas juga menjembatani dua dunia yang sering berjalan sendiri-sendiri: kampus dan praktik pembangunan. Ilmu yang ia miliki tidak berhenti di ruang kuliah atau forum ilmiah. Ia turun menjadi gagasan, kebijakan, dan solusi nyata bagi persoalan kota.

Melalui pengabdiannya di ITS, ia turut melahirkan banyak generasi penerus. Sebagian dari mereka kemudian berkiprah di berbagai sektor, termasuk di lingkungan Pemerintah Kota Surabaya. Dengan cara itu, pengaruh Johan tidak hanya hadir melalui karya langsung, tetapi juga melalui orang-orang yang pernah menyerap pemikirannya.

Bacaan Lainnya

Bagi jajaran Pemkot Surabaya, Johan Silas dikenang sebagai sosok dengan semangat pengabdian yang tidak pernah surut. Bahkan di usia yang sangat senior, ia tetap aktif memberi masukan, arahan, dan pandangan mengenai masa depan kota. Menjelang akhir hayatnya, ia disebut masih menyampaikan berbagai pemikiran tentang pembangunan Surabaya.

“Beliau adalah salah satu putra terbaik Surabaya yang mendedikasikan hidupnya untuk kemajuan kota ini. Kontribusinya menjangkau banyak aspek, mulai dari tata ruang, perumahan, pelestarian cagar budaya, hingga pengembangan sumber daya manusia,” ujar Yayuk.

Keteladanan Johan juga tampak dari kemampuannya menjembatani generasi. Dengan wawasan luas dan cara penyampaian yang sederhana, ia mampu berbicara kepada banyak kalangan. Gagasannya tidak berhenti sebagai konsep rumit di atas meja perencana, tetapi dapat dipahami, diperdebatkan, dan diterapkan.

“Sosok yang selama puluhan tahun menjadi salah satu penjaga arah pembangunan Surabaya itu telah berpulang. Namun, jejak pemikirannya tetap hidup dalam wajah kota yang terus berkembang,” kata Yayuk.

Pemkot Surabaya memastikan akan melanjutkan nilai dan gagasan yang telah diwariskan Johan Silas. Mulai dari pelestarian cagar budaya, penataan ruang, pembangunan perumahan, hingga konsep pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan warga.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan