Pemerintah menetapkan keberangkatan perdana jemaah haji Indonesia pada 22 April 2026 dengan syarat vaksinasi meningitis dan polio yang ketat.
Pemerintah menetapkan jadwal perdana keberangkatan jemaah haji Indonesia pada 22 April 2026. Jadwal ini menjadi lonceng dimulainya operasional haji 1447 Hijriah sekaligus batas akhir persiapan kesehatan para tamu Allah.
Keputusan ini merujuk pada regulasi penyelenggaraan haji terbaru dari Kemenag. Seluruh embarkasi kini bersiap menerima calon jemaah sebelum diterbangkan menuju Arab Saudi secara bertahap.
Kesehatan menjadi syarat mutlak yang tidak bisa ditawar. Calon jemaah diwajibkan memenuhi sejumlah vaksinasi, terutama meningitis meningokokus ACWY untuk mencegah radang selaput otak selama di kerumunan massa.
“Vaksin meningitis harus diberikan minimal 10 hari sebelum berangkat,” kata Ahli Gizi Universitas Faletehan Serang, Dr. Rita Ramayulis, Senin (6/4/2026). Sertifikatnya berlaku hingga lima tahun ke depan.
Selain itu, vaksin polio juga menjadi kewajiban bagi jemaah asal tanah air. Hal ini dikarenakan Indonesia masih dalam pantauan ketat terkait kasus polio oleh organisasi kesehatan dunia.
Strategi Menjaga Stamina
Rita menyarankan jemaah juga mengambil vaksin opsional seperti influenza dan pneumonia. Langkah ini penting untuk membentengi daya tahan tubuh dari risiko penularan penyakit di tengah hiruk-pikuk jutaan manusia.
Aspek asupan nutrisi juga tidak boleh luput dari perhatian. Jemaah diminta memperbanyak konsumsi buah dan protein rendah lemak guna menjaga energi cadangan selama menjalankan rangkaian ibadah yang menguras fisik.
“Kalau merasa lelah, bisa konsumsi satu sampai tiga butir kurma,” saran Rita. Buah kurma dikenal sebagai sumber energi praktis yang sangat efektif untuk memulihkan stamina jemaah dengan cepat.
Jemaah juga diingatkan untuk rutin melakukan peregangan ringan setiap pagi. Hal sederhana ini bermanfaat untuk menjaga kelenturan otot agar tidak mudah cedera saat harus berjalan jauh di cuaca yang menantang.
Terakhir, jangan pernah menahan haus atau buang air kecil. Kecukupan cairan dan istirahat yang berkualitas menjadi kunci utama agar jemaah bisa menyelesaikan seluruh rukun haji hingga kembali ke tanah air.***





