Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi membuka ribuan lowongan kerja melalui SIL Festival dengan memprioritaskan warga ber-KTP lama di Kota Pahlawan.
Pemerintah Kota Surabaya menegaskan keberpihakan penuh kepada warganya. Langkah ini diwujudkan melalui Surabaya Industrial & Labour (SIL) Festival yang digelar pada 7-8 April 2026 dengan menyasar ribuan tenaga kerja lokal.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyebut pihaknya telah mengunci kerja sama dengan sektor perhotelan, restoran, dan kafe (Horeca). Kesepakatan ini membuka pintu bagi warga untuk masuk dalam rantai pasok kebutuhan industri secara langsung.
“Sudah ada MoU dengan Horeca. Saya berharap warga Surabaya sekarang ambil peranan itu,” ujar Eri, Senin (6/4/2026). Ia ingin anak muda Surabaya mengisi peluang pasokan sayur hingga bahan baku lainnya.
Namun, Eri memberikan catatan tegas terkait kriteria pelamar. Prioritas utama tetap diberikan kepada warga pemegang KTP Surabaya yang sudah lama menetap, bukan warga yang baru saja berpindah domisili ke Kota Pahlawan.
“Karena orang Surabaya harus kerja, tapi saya utamakan yang ber-KTP lawas, bukan KTP yang baru,” tegas Ketua Umum APEKSI tersebut. Strategi ini diambil untuk menekan angka pengangguran secara efektif dan tepat sasaran.
Bursa Kerja Inklusif dan Pasar Ekspor
Kepala Disperinaker Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro, menjelaskan SIL Festival juga menyediakan lebih dari 1.000 lowongan kerja. Menariknya, bursa kerja ini juga membuka kesempatan luas bagi kawan penyandang disabilitas di Surabaya.
“Wawancara langsung digelar di Balai Pemuda pada 7 April dan berlanjut di Grand City pada 8 April,” kata Hebi, Senin (6/4/2026). Seleksi ini mencakup penyandang daksa ringan hingga Down syndrome secara inklusif.
Tak hanya pasar domestik, Pemkot Surabaya juga membidik pasar global. Forum ekspor dalam festival ini mempertemukan pelaku industri lokal dengan pembeli (buyer) dari enam negara, termasuk Amerika Serikat, Brunei, hingga Singapura.
Hebi mengungkapkan banyak produk lokal Surabaya yang sebenarnya layak ekspor namun masih lemah dalam kemasan. Pihaknya kini memperkuat kemampuan presentasi dan komunikasi bahasa Inggris para pelaku industri agar mampu bersaing.
Jika kesepakatan dengan buyer internasional tercapai, kebutuhan produksi otomatis meningkat. Hal ini diyakini akan menciptakan efek domino berupa pembukaan lapangan kerja baru bagi warga Surabaya secara masif dan berkelanjutan.***





