Inovasi Hijau BRIN: Food Container dari Pelepah Pisang

Peneliti BRIN mengubah pelepah pisang menjadi wadah tempat makanan. Foto:BRIN
Plastik sekali pakai masih menjadi permasalahan besar dalam pencemaran lingkungan. Namun, peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menawarkan solusi inovatif dengan menciptakan wadah makanan berbasis pelepah pisang. Inovasi ini tak hanya ramah lingkungan, tetapi juga aman digunakan untuk makanan.

Sukma Surya Kusumah, Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Biomassa dan Bioproduk BRIN, mengungkapkan bahwa teknologi biomassa memungkinkan serat tumbuhan diolah menjadi material kemasan yang lebih berkelanjutan. “Food container berbasis pelepah pisang sangat aman untuk produk kering. Pengujian menunjukkan tidak ada perpindahan bahan kimia dari wadah ke makanan,” ujar Sukma dikutip dari laman BRIN, Kamis, 13 Maret 2025.

Tak hanya pelepah pisang, serat tanaman lain seperti pelepah pinang, serat nanas, kenaf, dan jagung juga dapat diolah menjadi material serupa. Untuk merekatkan bahan-bahan tersebut, Sukma dan siswanya, Aprilia, mengembangkan matriks berbasis kitosan—zat alami yang berasal dari cangkang kepiting, udang, serta bagian tulang atau sirip ikan. “Bahan ini aman bagi kesehatan dan mudah terurai di alam,” katanya.

Meskipun secara komersial food container berbasis pelepah pisang belum banyak digunakan, beberapa produk serupa berbahan alami sudah mulai dipasarkan oleh mitra industri BRIN, seperti PT. Jentera Garda Futura. Produk mereka sudah tersedia di Jakarta, Bandung, dan Bali.

Bacaan Lainnya

Menurut Sukma, wadah makanan yang beredar di pasaran saat ini umumnya berbahan plastik, gabus sintetis, atau karton yang sulit terurai. Sebagai alternatif, food container berbasis pelepah pisang hanya membutuhkan waktu sekitar satu minggu untuk terdegradasi setelah digunakan. Namun, produk ini masih memiliki tantangan dari sisi ketahanan.

“Keunggulannya adalah ramah lingkungan, mudah terurai, dan berbahan baku murah serta melimpah. Namun, penggunaannya masih sekali pakai. Tantangan ke depan adalah bagaimana meningkatkan durability produk ini agar bisa digunakan lebih dari sekali, seperti wadah berbasis plastik,” jelasnya.

Pos terkait