Namun, belum ada konfirmasi apakah pabrik bersama Indonesia–China akan dibangun di Batulicin atau menjadi proyek terpisah.
Kerja Sama Militer Diperluas
Rencana pabrik menjadi bagian dari penguatan hubungan pertahanan kedua negara. Indonesia dan China juga membahas penambahan latihan bersama, pertukaran perwira, serta pendidikan militer.
Sjafrie mengundang militer China mengikuti latihan bersama Heping Garuda sebagai bentuk kerja sama antara Tentara Nasional Indonesia dan angkatan bersenjata China.
Pertemuan tersebut juga membahas kerja sama kecerdasan buatan, komunikasi satelit, energi hijau, mineral, perkeretaapian, perikanan, serta ketahanan pangan dan energi.
Nilai perdagangan kedua negara mencapai sekitar USD167 miliar pada 2025. Sementara itu, investasi langsung China di Indonesia tercatat sekitar USD3,9 miliar pada semester pertama 2026.
Penguatan hubungan berlangsung ketika Indonesia dan China masih berbeda posisi mengenai Laut China Selatan. Klaim Beijing beririsan dengan zona ekonomi eksklusif Indonesia di sekitar Kepulauan Natuna, sedangkan Jakarta tidak mengakui dasar hukum klaim tersebut.
Indonesia tetap menjalankan kerja sama pertahanan dengan sejumlah negara lain, termasuk Amerika Serikat, Jepang, Prancis, Turki, Korea Selatan, dan Australia, dalam kerangka politik luar negeri bebas aktif.
“Prospek kerja sama kedua militer sangat luas dan kerja sama tersebut semakin berkualitas serta efektif,” kata Menteri Pertahanan China Dong Jun.***





