Ilmuwan Tawarkan Penjelasan Ilmiah di Balik Kisah Nabi Musa Membelah Laut Merah

Bukti ilmiah di balik kisah Musa membelah Laut Merah. - Google Earth
Simulasi komputer dan kajian oseanografi menunjukkan angin kencang serta pasang surut mampu membuka jalur kering sementara di Teluk Suez.

Para ilmuwan menawarkan penjelasan ilmiah atas kisah pembelahan Laut Merah. Melalui simulasi komputer dan analisis oseanografi, mereka menunjukkan fenomena wind setdown dapat membuka jalur kering sementara di perairan dangkal.

Peneliti Rusia Naum Voltzinger dan Alexei Androsov menemukan angin ~120 km/jam dari barat laut dapat membuka jalur kering di area terumbu karang dekat Terusan Suez. Saat angin mereda, arus balik kuat langsung menutup jalur tersebut.

Sementara itu, Prof. Nathan Paldor dari Hebrew University of Jerusalem menghitung angin 65–70 km/jam dari barat laut, bertiup semalaman, mampu menyurutkan air hingga 1,6 km dan menurunkan permukaan laut sekitar 3 meter.

Bacaan Lainnya

Carl Drews dan Weiqing Han (NCAR/University of Colorado) mempublikasikan studi di PLoS ONE (2010): angin timur yang kuat dan konsisten dapat membuka jembatan darat sementara di delta Timur Sungai Nil.

Pembelahan air dapat dipahami melalui dinamika fluida. Angin menggerakkan air sesuai hukum fisika, menciptakan jalur aman, lalu secara tiba-tiba membiarkan air kembali bergegas masuk,” kata Drews.

Pos terkait