Ijazah di Tangan, Kerja Tak Datang: Ironi Gelar Sarjana di Era Digital

ILUSTRASI ini dibikin dengan AI | Samudrafakta

Smart farming, digital content, panel surya, hingga AI skala rumahan—semua mulai masuk radar pelatihan. Sementara di luar sana, perusahaan juga pelan-pelan berhenti mencari lulusan “cumlaude” dan mulai mencari orang yang bisa langsung kerja, enggak perlu diajar dari nol.

Di Inggris, permintaan gelar di sektor AI dan green jobs justru turun 15 persen dalam lima tahun terakhir, tapi kebutuhan keterampilan teknis naik 21 persen (arXiv, 2023). Artinya, gelar makin kehilangan efek kejutnya. Yang penting sekarang: kamu bisa apa? Bukan kamu S1 dari mana.

Jadi, apakah pendidikan tak penting? 

Bacaan Lainnya

Tentu penting. Tapi, seperti peta, ia harus menunjuk ke arah yang benar. Kalau terus memberi arah ke jalan buntu, mungkin sudah waktunya diganti dengan GPS baru. Yang lebih akurat. Yang tahu bahwa dunia kerja hari ini tidak menunggu orang dengan nilai A, tapi orang yang bisa menjawab: “Masalahmu apa, saya bisa bantu dengan cara ini.”

Mungkin sudah saatnya kita berhenti bertanya, “Kamu lulusan mana?”, dan mulai bertanya, “Kamu bisa bikin apa?”

Atau kalau mau lebih jujur lagi: “Kamu bisa bantu kami bertahan di dunia yang makin absurd ini, atau cuma bawa fotokopi ijazah doang?”***

Pos terkait