Menurut data Basarnas per Sabtu pukul 19.25 WIB, total 121 korban telah dievakuasi, baik secara mandiri maupun oleh Tim SAR. Dari jumlah tersebut, 104 orang selamat, 17 meninggal dunia, dan 76 di antaranya mengalami luka ringan, sementara 27 lainnya luka berat. Diperkirakan masih ada lebih dari 50 santri yang belum ditemukan.
Proses pembersihan dan pemindahan puing kini telah mencapai lantai dasar bangunan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut, hingga Sabtu malam, sekitar 60 persen puing reruntuhan telah diangkat. Tim SAR menggunakan alat berat dan peralatan ekstrikasi, namun penggunaannya sempat dihentikan sementara untuk memberi ruang bagi petugas yang melakukan pemotongan besi secara manual.
“Untuk korban yang terjepit, bukan karena alat berat, melainkan posisi tubuh yang memang tertindih material,” tegas Nanang.
Ia menambahkan, tim masih memusatkan pencarian di titik-titik yang diduga menjadi lokasi tertimbunnya korban lain. “Kami tetap mengerahkan alat berat dengan sangat hati-hati, karena struktur bangunan masih labil,” ujarnya.***




