“Saya sampai pada kesimpulan bahwa kalau saya menggunakan posisi saya sebagai ketua umum dan NU, leverage NU untuk terlibat dalam urusan itu, maka jelas NU-nya yang akan tercederai,” tegasnya.
Ia mengaku memiliki pilihan untuk melawan menggunakan pengaruh organisasi. Namun, menjaga muruah Nahdlatul Ulama jauh lebih penting daripada urusan keluarganya. Gus Yahya menyerahkan persoalan tersebut sepenuhnya pada proses hukum demi melindungi nama baik NU dari pusaran pertarungan politik.***





