Mahasiswa UK Petra ciptakan GO! MAJA, yoghurt buah maja untuk proteksi lambung saat Idulfitri.
Menjelang tradisi mudik dan jamuan Lebaran yang identik dengan hidangan bersantan serta tinggi gula, kesehatan pencernaan sering kali menjadi taruhan. Menjawab tantangan tersebut, lima mahasiswa Universitas Kristen (UK) Petra memperkenalkan GO! MAJA, sebuah terobosan pangan fungsional berbasis Greek Yoghurt yang memanfaatkan ekstrak buah maja (Aegle marmelos).
Tim lintas disiplin yang terdiri dari Ardan Rezon Prasetio, Audrey Hadara Wattimena, Aurelia Callysta, Fedilia Yanson Widio, dan Samuel Jason Liwanto Lie ini berhasil mengubah buah yang selama ini dianggap pahit menjadi “harta karun” kesehatan. Kandungan Lektin dan Quercetin dalam GO! MAJA diklaim mampu menjadi pelindung dinding lambung yang efektif saat pola makan berubah drastis di hari raya.
“Kami ingin membuktikan bahwa buah maja yang sebenarnya adalah pelindung dinding lambung yang sangat dibutuhkan saat Idulfitri,” ujar Ardan Rezon Prasetio, Ketua Tim GO! MAJA, pada Selasa (17/3/2026).
Inovasi Rasa dan Teknologi Fermentasi
Berbeda dengan yoghurt komersial yang menggunakan rasa buah populer, GO! MAJA menonjolkan profil rasa khas buah maja. Di bawah bimbingan dosen David Kristanto, S.E., M.M., tim ini menggunakan teknik fermentasi selama tiga hari untuk meminimalisir rasa pahit alami buah maja secara signifikan.
David menjelaskan bahwa produk ini telah melalui uji laboratorium yang mengonfirmasi efektivitasnya dalam meningkatkan imunitas dan menangkal radikal bebas. “Secara ilmiah, sari buah maja dalam produk ini efektif menjadi solusi preventif untuk menjaga kesehatan jantung dan sistem pencernaan,” ungkap David.
Potensi Pasar dan Pelestarian Pangan Lokal
Meski awalnya dipersiapkan untuk Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) Kemendiktisaintek pada April 2026 mendatang, GO! MAJA telah mencatat kesuksesan komersial awal. Sebanyak 120 pouch berhasil terjual di lingkungan kampus UK Petra dengan harga Rp 5.000 per 50 ml.
Dengan tagline “Start Your Healthy Move”, GO! MAJA bukan sekadar produk bisnis, melainkan langkah nyata dalam melestarikan biodiversitas lokal yang sering terabaikan. Inovasi ini diharapkan mampu meningkatkan nilai ekonomi buah maja sekaligus memberikan manfaat probiotik bagi masyarakat luas.***





