ISHIKAWA — Sebanyak 18 warga negara Indonesia (WNI) yang tinggal di Kota Suzu, Prefektur Ishikawa bermalam di atas bukit setelah gempa bumi besar mengguncang Semenanjung Noto di dekat Prefektur Ishikawa, Jepang, Senin (1/1/2024) pukul 16.10 waktu setempat.
Bersama warga Jepang, mereka membuat api unggun untuk menghangatkan diri dari suhu musim dingin yang mencapai 0 derajat Celsius. Suhu diperkirakan akan lebih dingin lepas tengah malam waktu setempat.
Gempa berkekuatan 7,6 magnitudo itu memicu gelombang tsunami di pesisir utara dan tengah Jepang, dengan peringatan resmi mengatakan gelombang tsunami di beberapa tempat diperkirakan bisa mencapai 5 meter.
Sejauh ini, gelombang setinggi 1,2 meter telah menerjang pelabuhan Wajiima di Prefektur Ishikawa pada Senin (1/1/2024)) pukul 16.21 waktu setempat. Demikian dilansir kantor berita nasional NHK via BBC Indonesia.
Peringatan tsunami besar dikeluarkan untuk daerah pesisir Noto di Ishikawa, dengan peringatan gelombang setinggi 5m (16ft). Ini kemudian diturunkan menjadi peringatan tsunami, yang berarti gelombang bisa mencapai 3m.
Peringatan serupa dikeluarkan untuk prefektur Niigata dan Toyama di dekatnya. Badan Meteorologi Jepang (JMA) memperingatkan mungkin ada gempa bumi lebih lanjut dalam beberapa hari mendatang.
Penyiar nasional NHK mendesak pemirsa yang terkena dampak: “Kami menyadari rumah Anda, barang-barang Anda semua berharga bagi Anda, tetapi hidup Anda penting di atas segalanya. Lari ke tempat setinggi mungkin.”
Orang-orang telah memposting video rumah mereka dan kereta bawah tanah bergetar selama gempa bumi pada hari Senin, Hari Tahun Baru.
Sebanyak 21 gempa bumi berkekuatan 4,0 SR atau lebih kuat melanda Jepang tengah hanya dalam waktu 90 menit pada hari Senin. Getaran terkuat terjadi pada pukul 16:10 waktu setempat (07:10 GMT).
Beberapa laporan media lokal mengatakan ini adalah pertama kalinya “peringatan tsunami besar” dikeluarkan sejak 2011, ketika gempa kuat dan melepaskan gelombang setinggi 40 meter.mg05





