Pemerintah Tidak Mempermasalahkan
Menanggapi wacana tersebut, Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan, hak angket merupakan hak demokrasi. Maka dari itu, menurut dia, tidak apa-apa jika itu dilakukan. “Ya itu hak demokrasi, enggak apa-apa kan?” ujar Jokowi di Ancol, Jakarta Utara.
Saat ditanya tentang tanggapannya apabila nanti hak angket benar-benar bergulir dan menggagalkan kemenangan Capres-Cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, Jokowi tidak memberikan jawaban.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Tito Karnavian mempersilakan partai-partai politik untuk mengajukan hak angket mengusut dugaan kecurangan Pemilu 2024. Akan tetapi, Tito mengingatkan agar hak angket itu ditempuh sesuai dengan mekanisme yang berlaku.
“Saya kira ada mekanismenya. Untuk hak angket pun ada prosesnya. Itu ide, itu hak dari pada partai politik atau siapa pun, tapi kan ada mekanismenya,” kata Tito, di Gedung Bidakara, Jakarta, Selasa (20/2/2024). Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI ini mengeklaim bahwa tidak ada kecurangan yang terstrukur, sistematis, dan masif pada pelaksanaan Pemilu 2024.
Menurut Tito, sejumlah isu yang menjadi sorotan saat ini hanyalah kekurangan kecil, seperti salah input perolehan suara dan rusaknya surat suara. Tito pun meminta agar kekurangan itu dimaklumi karena, kata dia, Pemilu di Indonesia adalah yang terumit di dunia, di mana ratusan juta orang memberikan suaranya dalam satu hari sekaligus.
“Enggak akan mungkin sempurna. Ya, ada kekurangan sana-sini ya mungkin terjadi. Yang penting tidak ada desain terstruktur, sistematis, masif, yang ada mungkin kesalahan-kesalahan input,” ujar dia.
Mantan Kapolri ini mengimbau masyarakat yang tidak puas dan menganggap ada kecurangan pada pelaksanaan Pemilu untuk menempuh jalur yang sudah disediakan.
“Saya menyarankan gunakan mekanisme yang ada. Ada bukti, laporkan Bawaslu. Enggak puas Bawaslu, ada DKPP. Nanti pun ada proses lain MK, Mahkamah Konstitusi, jadi jalur-jalur resmi itu disampaikan,” kata Tito.





