JAKARTA—Pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka ditetapkan sebagai pemanang Pemilihan Umum Presiden (Pilpres) 2024 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Pasangan nomor urut 02 dalam kontestasi Pilpres ini unggul di 36 provinsi. Sementara itu, Anies-Cak Imin unggul di 2 provinsi, sedangkan Ganjar-Mahfud tidak menang di satu provinsi pun.
Terkait hasil tersebut, Capres PIDP Ganjar Pranowo mengatakan jika tim hukum pihaknya akan mengambil sikap di waktu yang tepat.
“Kita sudah siap. Kita sudah nyiapin banyak hal ya. Tim hukum kita juga sudah siap, Maka kita akan ikuti proses,” kata kata Ganjar Pranowo, di Posko Pemenangan Ganjar-Mahfud, Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (20/3/2024).
“Insyaallah teman-teman sudah menyiapkan dengan baik. Tinggal nanti timing-nya kapan, waktunya kapan, respons-respons itu akan kita berikan,” imbuhnya.
Sementara itu, Deputi Hukum Tim Ganjar-Mahfud MD Todung Mulya Lubis mengaku masih tak percaya Ganjar-Mahfud kalah di Bali dan Jawa Tengah di Pilpres 2024. Pasalnya, menurut Todung, dua daerah itu menjadi basis suara mereka pada 14 Februari lalu. Bukan hanya di Jateng dan Bali, NTT dan Sulawesi Utara disebutnya juga termasuk basis.
“Saya tidak pernah percaya kenapa Ganjar-Mahfud itu tidak bisa menang di Bali, padahal itu stronghold-nya PDIP. Kenapa Ganjar kalah di Jateng? Kenapa Ganjar kalah di Sulawesi Utara? Unbelievable. NTT juga,” kata Todung, di posko pemenangan, Teuku Umar, Jakarta Pusat, Rabu (20/3/2024).
Mengacu pada perolehan suara Ganjar-Mahfud di sejumlah daerah yang dia sebut itu, Todung merasa yakin ada yang salah dengan Pemilu kali ini. Namun, Todung menegaskan bahwa bukan berarti dia menolak hasil Pemilu. Dia mengaku hanya ingin memperbaiki proses Pemilu yang dia nilai keliru tersebut.
“Jadi, buat saya, there is something wrong with the election. Ada yang salah dengan proses pemilihan umum,” kata dia.
Todung mengaku, apa pun hasil Pemilu ini, tim hukum Ganjar-Mahfud menyiapkan segala upaya hukum yang akan bermuara ke Mahkamah Konsitusi (MK).




