Film Animasi Laksamana Malahayati Ditargetkan Rampung 2026

Film animasi Laksamana Malahayati ditargetkan rampung pada 2026. Foto:Tangkapan Layar
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Satryo Soemantri Brodjonegoro, menegaskan pentingnya percepatan produksi film animasi Laksamana Malahayati. Film ini diharapkan dapat menginspirasi generasi muda mengenai sejarah kemaritiman Indonesia.

“Laksamana Malahayati adalah perempuan tangguh, laksamana pertama di dunia yang berjuang melawan invasi Portugis di Aceh. Generasi muda harus mengenalnya, harus merasa bangga ketika mendengar namanya. Karena itu, saya ingin film animasi ini segera rampung,” ujar Satryo saat menerima Cut Neneng Mahmidatul Hasanah dan anaknya, Cut Zakiyyah Safiatunnisa, di Jakarta, Jumat, 14 Februari 2025.

Film animasi 3D Laksamana Malahayati telah digagas sejak 2019 dan awalnya didukung oleh Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves). Namun, seiring perubahan kebijakan, proses penggarapannya kini berada di bawah koordinasi Kemdiktisaintek.

Satryo menegaskan bahwa film ini penting sebagai dokumentasi sejarah dalam format animasi, melengkapi catatan sejarah Laksamana Malahayati yang selama ini lebih banyak dikenal melalui buku. “Sudah enam tahun keluarga Laksamana Malahayati berjuang agar film ini bisa selesai. Saya mendukung penuh agar segera diproduksi dan bisa ditayangkan untuk masyarakat luas,” katanya.

Bacaan Lainnya

Pada kesempatan yang sama, Cut Neneng, ahli waris Laksamana Malahayati, berharap film ini mendapatkan dukungan penuh agar dapat tayang di layar lebar. “Film animasi ini harus jadi karena Malahayati milik semua bangsa Indonesia, bukan hanya Aceh,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, Satryo telah menugaskan Ezki Suyanto, Staf Khusus bidang Komunikasi Publik dan Media Massa Kemdiktisaintek, untuk menuntaskan tahap penyempurnaan skenario sebelum masuk ke proses produksi. Film ini ditargetkan rampung pada 2026.

Sementara itu, seniman dan pegiat budaya Aceh, Mira Arismunandar, mengungkapkan rencana membawa film animasi Laksamana Malahayati ke berbagai negara, seperti Prancis, Singapura, dan Malaysia. “Hubungan Aceh dan Malaka sudah terjalin sejak lama. Saya yakin film ini akan diterima dengan baik di sana,” katanya.

Pembuatan film Keumalahayati ini juga mendapat dukungan dari Pusat Film Negara (PFN) guna memastikan kualitas produksi yang maksimal.***

Pos terkait