Fakta-Fakta Penculikan 97/98 (1): Ketika Pejuang Demokrasi Diburu, Diculik, dan Ada yang Masih Hilang Hingga Kini

Berikut nama-nama orang hilang itu, disusun berurutan berdasarkan tanggal mereka dilaporkan hilang sejak tahun 1997:

  1. Yani Afri, sopir dan pendukung PDI pro-Megawati, hilang di Jakarta, 26 April 1997;
  2. Sonny, sopir, teman Yani Afri, hilang di Jakarta, 26 April 1997;
  3. Noval Al Katiri, teman Dedi Hamdun, hilang di Jakarta, 26 April 1997;
  4. Dedi Hamdun, pengusaha, aktif di PPP, hilang di Jakarta, 29 Mei 1997;
  5. Ismail, sopir Dedi Hamdun, hilang di Jakarta, 29 Mei 1997;
  6. Wiji Thukul, penyair dan aktivis, hilang di Jakarta, 10 Januari 1998;
  7. Suyat, aktivis, hilang di Solo, Jawa Tengah, 12 Februari 1998;
  8. Herman Hendrawan, mahasiswa Universitas Airlangga, Surabaya, hilang di Jakarta ada 12 Maret 1998;
  9. Petrus Bima Anugrah, mahasiswa Universitas Airlangga, Surabaya dan Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Driyakara Jakarta, hilang di Jakarta 30 Maret 1998;
  10. Ucok Munandar Siahaan, mahasiswa STIE Perbanas Jakarta, diculik pada 9 Mei 1998;
  11. Yadin Muhidin; alumnus Sekolah Pelayaran, hilang di Jakarta, 14 Mei 1998.
  12. Abdun Nasser, kontraktor, hilang saat kerusuhan 14 Mei 1998 di Jakarta; dan
  13. Hendra Hambali, siswa SMU, hilang saat kerusuhan di Glodok, Jakarta, 15 Mei 1998.
Foto-foto 12 dari 13 orang aktivis 1997/1998 yang masih hilang sampai saat ini. (Dok. KontraS)

Sementara satu orang ditemukan dalam keadaan meninggal, yaitu Leonardus Gilang. Dia adalah aktivis sekaligus pengamen dari Solo.

Bacaan Lainnya

Leonardus ditemukan dalam keadaan tak bernyawa pada 23 Maret 1998, di Kelurahan Sarangan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Menurut hasil autopsi, Gilang tewas akibat pisau tajam yang dihujamkan pelaku yang sudah terlatih.—bersambung— ❍

Pos terkait