Eks Wamenaker Noel Dikabarkan Ingin Jadi Justice Collaborator, KPK: Identitas JC Harus Dirahasiakan

Wamenaker Immanuel ‘Noel’ Ebenezer dengan rompi orange tahanan KPK, Jumat (22/8). - Samudrafakta/Anwar Haris
Eks Wamenaker Immanuel Ebenezer alias Noel dikabarkan ingin jadi justice collaborator (JC) dalam kasus dugaan korupsi sertifikasi K3 di Kemnaker. KPK menegaskan kerahasiaan JC harus dijaga demi keamanan.

__________

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Budi Prasetyo, menjawab diplomatis ketika ditanya soal kabar Noel akan mengajukan diri sebagai JC. Ia menekankan bahwa identitas JC tidak boleh dibuka ke publik.

“Pada prinsipnya, terkait dengan justice collaborator ini secara umum, untuk siapa pun itu informasi yang tertutup karena tentu kami harus menjaga kerahasiaan seseorang ketika menjadi JC,” kata Budi, Kamis (18/9).

Bacaan Lainnya

Menurut Budi, posisi JC penting karena berperan membantu penegak hukum membongkar aktor-aktor utama dalam sebuah perkara.

“Oleh karena itu, keamanan, keselamatan dari pihak yang menjadi JC ini tentu menjadi penting untuk kami jaga kerahasiaan identitasnya,” ujarnya.

Sebelumnya, Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, mengaku sudah mengetahui rencana Noel menjadi JC. Namun, ia menegaskan belum ada surat resmi dari pihak Noel.

Sebagai catatan, JC merupakan pelaku kejahatan yang bersedia bekerja sama dengan penegak hukum untuk membantu mengungkap suatu tindak pidana dengan memberikan informasi yang signifikan.

Immanuel sendiri telah ditetapkan sebagai tersangka bersama 10 orang lainnya. Mereka diduga melakukan pemerasan terhadap pihak yang ingin mengurus sertifikasi K3 melalui Perusahaan Jasa K3 (PJK3). Dari kasus ini, Immanuel diduga menerima Rp3 miliar dan satu unit motor dari total pemerasan Rp81 miliar.***

Pos terkait