SURABAYA — Dua Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (Pantarlih) yang meninggal dunia akibat kecelakaan saat bertugas 2024 mendapat santunan total dari Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jawa Timur (KPU Jatim). Kedua Pantarlih atas nama Ludfi Wulansari dan Wahyu Mulatsih, keduanya berjenis kelamin perempuan dan berasal dari Kabupaten Malang.
Ludfi Wulansari, yang bertugas di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 007 Kelurahan Dampit, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, meninggal dunia pada 16 Juli 2024. Ia meninggal dunia saat mengajukan izin untuk tidak mengikuti Bimbingan Teknis dan Evaluasi Pencocokan dan Penelitian (coklit) minggu ketiga.
Adapun Wahyu Mulatsih, Pantarlih di TPS 008 Desa Patokpicis, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang, mengalami kecelakaan tragis. Wahyu ditabrak sepeda dan mengalami benturan di kepala hingga meninggal dunia saat mengambil kekurangan stiker dan bukti tanda terima coklit pada 26 Juni 2024.
Santunan yang diberikan berupa uang tunai total Rp 46 juta dengan rincian Rp 36 juta sebagai santunan kematian dan Rp 10 juta sebagai bantuan biaya pemakaman. Santunan tersebut diserahkan setelah melalui proses verifikasi dan kelengkapan dokumen persyaratan.
Santunan kepada ahli waris diserahkan oleh Ketua KPU Jatim Aang Kunaifi dan Sekretaris Nanik Karsini di Hotel Aria Gajayana, Jalan Kawi, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Aang Kunaifi menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya dua Pantarlih tersebut.
“Sejak dilantik pada 24 Juni 2024, mereka sudah menjadi bagian dari keluarga besar KPU. Tugas Pantarlih adalah memastikan hak warga negara dalam Pilkada 2024. Semoga apa yang telah dilakukan terhitung sebagai amal jariyah bagi almarhumah,” kata Aang dalam keterangan tertulisnya dikutip dari laman Kominfo Jatim, Selasa (30/7/2024).
Aang menambahkan bahwa santunan ini diberikan sebagai bentuk empati dan tanggung jawab negara kepada penyelenggara pemilu. Mantan anggota Bawaslu Jatim itu juga berharap agar insiden serupa tidak terjadi lagi di masa mendatang dalam proses penyelenggaraan Pilkada.
Turut hadir dalam acara penyerahan santunan ini adalah Sekretaris Bakesbangpol Jawa Timur Ansori, anggota KPU Kabupaten Malang Mahardika beserta sekretaris, Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Dampit Siti Qoyimah, dan PPK Wajak Wiji Wulansari.
Kehilangan dua petugas pantarlih merupakan pukulan berat bagi KPU Jatim. Namun, KPU tetap berkomitmen untuk menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan terus memperkuat koordinasi serta keselamatan kerja bagi seluruh petugas di lapangan.
KPU Jatim berharap agar para petugas Pantarlih lainnya tetap semangat dan berhati-hati dalam menjalankan tugas demi suksesnya pelaksanaan Pilkada Serentak 2024. Semoga kejadian serupa tidak terulang kembali dan keselamatan para petugas selalu terjaga dalam setiap tahapan pemilihan.*





