Bintang Pop Dua Lipa Putus Agennya Gara-gara Dukung Israel

Bintang pop asal Inggris, Dua Lipa (kanan), memutus agennya karena mendukung Israel. Foto:SS Instagram Dua LIpa
Bintang pop asal Inggris, Dua Lipa, resmi memutuskan hubungan kerja dengan agennya, David Levy. Keputusan itu diambil setelah Levy diketahui aktif berkampanye menentang kelompok musik rap asal Irlandia, Kneecap, yang dikenal pro-Palestina.

_______________

Levy, yang bekerja di agensi bakat global William Morris Endeavour (WME), disebut sebagai sosok di balik surat elektronik kepada penyelenggara Festival Glastonbury. Dalam surat itu, Kneecap dituding mendukung organisasi terlarang Hamas dan Hizbullah ketika tampil di Festival Coachella, April lalu.

“Meskipun kita semua mendukung kebebasan berbicara, kita tidak bisa menerima retorika kebencian yang mengingkari hak Israel untuk eksis,” bunyi surat yang ditandatangani Levy.

Bacaan Lainnya

Sikap tersebut berseberangan dengan pandangan Dua Lipa yang sejak lama lantang membela Palestina. Sumber industri musik menyebut, Lipa memastikan lewat timnya bahwa Levy tidak lagi menangani urusan musiknya. “Ia melihat Levy sebagai pendukung perang Israel di Gaza,” kata sumber itu kepada Mail on Sunday.

Lipa, putri pasangan asal Albania-Kosovo, memang dikenal vokal menyuarakan pembebasan Palestina. Pada Mei 2024, ia menulis di Instagram: “Seluruh dunia sedang bergerak untuk menghentikan genosida Israel. Tolong tunjukkan solidaritas Anda dengan Gaza.”

Tak hanya itu, pada tahun yang sama, pelantun Levitating itu ikut menandatangani surat bersama ratusan artis lain yang mendesak Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menghentikan penjualan senjata ke Israel.

Levy sendiri bukan pertama kali menuai kritik. Ia sebelumnya juga sempat menjadi agen grup musik Massive Attack. Namun kerja sama itu kandas setelah sikap Levy yang pro-Israel dianggap tidak sejalan dengan posisi politik band asal Bristol tersebut.

Menurut laporan Middle East Eye, dikutip pada Senin 22 September 2025, surat yang dikirim Levy dan sejumlah orang lainnya ke penyelenggara Glastonbury sejatinya bersifat rahasia. Namun bocor setelah ada karyawan internal yang membukanya ke publik. Akibatnya, beberapa penandatangan surat bahkan harus kehilangan kontrak dengan artis baru karena dianggap terlalu pro-Israel.

Kini, Dua Lipa disebut telah bekerja sama dengan agen lain di WME. Sementara itu, agensi WME hingga berita ini diturunkan belum memberikan komentar.

Lebih dari 65 ribu orang dilaporkan tewas akibat serangan Israel di Gaza. Dukungan artis papan atas seperti Dua Lipa dipandang sebagai bentuk tekanan moral terhadap komunitas internasional untuk menghentikan perang yang terus menelan korban sipil.***

Pos terkait