Meski demikian, tambak-tambak di sekitar muara masih relatif aman karena terlindungi bentang daratan yang berfungsi sebagai penyaring alami material lumpur sebelum mencapai kawasan budidaya.
Kajian ITS menunjukkan perbedaan mencolok antara wilayah hulu dan hilir Sungai Porong. Kawasan hulu memiliki kualitas habitat yang lebih baik dan kondisi ikan yang sehat, sementara wilayah hilir mengalami degradasi lingkungan yang membuat hanya sebagian biota mampu bertahan.
Dewi menegaskan data biologis tersebut penting sebagai sistem peringatan dini sekaligus dasar penyusunan kebijakan pemulihan lingkungan jangka panjang.
“Upaya ini sangat penting untuk merancang langkah nyata guna mencegah dampak buruk kerusakan lingkungan yang berkelanjutan,” tandasnya.***





