CEO OpenAI Ungkap AI Level Dewa Segera Hadir, Peradaban Manusia Diminta Bersiap

Kehadiran AI 'level dewa' bernama AGI dan Superintelijen tinggal selangkah lagi. Peradaban manusia harus bersiap menghadapi disrupsi teknologi terbesar.- Ilustrasi AI Generate

​Namun sekarang, berbagai kemampuan yang dulunya hanya khayalan itu perlahan terwujud di depan mata. Altman mengeklaim akselerasi teknologi internal mereka berlari begitu kencang, membuat wujud utuh AGI benar-benar tinggal selangkah lagi. Ia bahkan meramalkan fase takeoff (lepas landas) teknologi AI ini akan melesat jauh lebih cepat dari perkiraan awalnya.

Bukan Cuma AGI, Superintelijen Juga Mengintai

Bagi sebagian orang, kehadiran AGI mungkin sudah cukup membuat bulu kuduk berdiri. Sayangnya, Altman tidak berhenti sampai di situ. Ia juga menyinggung level AI tertinggi yang para ilmuwan sebut sebagai Artificial Superintelligence (ASI).

​Sebagai gambaran sederhana, jika AGI punya kecerdasan yang “hanya” setara manusia biasa, ASI menjelma menjadi entitas berlevel “dewa”. Kecerdasan mesin ini melampaui batas kepintaran gabungan manusia-manusia paling genius sekalipun di hampir seluruh disiplin ilmu.

Bacaan Lainnya

​Menariknya, Altman menilai jarak waktu antara kelahiran AGI dan kemunculan superintelijen ini rupanya tidak terpaut jauh. “Mengingat apa yang sekarang saya perkirakan sebagai fase takeoff yang lebih cepat, saya rasa superintelijen tidak terlalu jauh,” ujarnya memberi peringatan serius.

Bersiap Menghadapi Disrupsi Terbesar

​Prediksi berani dari sang pelopor AI ini jelas menjadi sinyal peringatan bagi dunia global. Evolusi mesin tidak lagi berjalan merangkak, melainkan berlari sprint. Jika entitas yang jauh lebih pintar dari penciptanya ini benar-benar lahir dalam hitungan tahun ke depan, peradaban manusia mau tidak mau harus menyusun kerangka regulasi dan adaptasi yang baru. Kita harus bersiap menghadapi disrupsi terbesar sepanjang sejarah peradaban sebelum teknologi ini mengambil alih kendali di berbagai sektor vital.***

Pos terkait