CEO OpenAI Ungkap AI Level Dewa Segera Hadir, Peradaban Manusia Diminta Bersiap

Kehadiran AI 'level dewa' bernama AGI dan Superintelijen tinggal selangkah lagi. Peradaban manusia harus bersiap menghadapi disrupsi teknologi terbesar.- Ilustrasi AI Generate
Bos OpenAI, Sam Altman, membunyikan alarm keras tentang kehadiran kecerdasan buatan (AI) yang kepintarannya menyamai otak manusia.

Perkembangan kecerdasan buatan melesat dengan kecepatan yang mencengangkan. Kini, kita tidak hanya mengandalkan teknologi ini untuk sekadar mengobrol santai. Mesin canggih tersebut sudah membuktikan kemampuannya memecahkan masalah matematika rumit hingga merancang kode pemrograman yang amat kompleks.

​Di tengah euforia dan ketakutan yang mengiringi evolusi ini, CEO OpenAI, Sam Altman, melontarkan prediksi yang mengejutkan banyak pihak. Ia meyakini Artificial General Intelligence (AGI) segera menjadi kenyataan yang mengubah cara hidup umat manusia.

AGI: Sang ‘Cawan Suci’ Dunia Teknologi

Banyak pakar teknologi menganggap AGI sebagai “cawan suci” yang paling mereka buru di industri ini. Mengapa demikian? Mari kita lihat perbandingannya. Jika AI yang kita pakai sekarang hanya pintar mengeksekusi tugas spesifik—seperti merangkum teks, menulis kode, atau menghasilkan gambar—AGI bermain di liga yang sama sekali berbeda.

Bacaan Lainnya

​Mesin serbabisa ini memiliki daya nalar dan kepintaran yang setara dengan kognitif manusia pada umumnya. Luar biasanya, AGI bisa belajar secara mandiri, merencanakan strategi, dan memecahkan masalah baru di berbagai bidang sekaligus. Manusia tidak perlu lagi memprogramnya satu per satu untuk setiap tugas yang berbeda.

Kemajuan yang Tak Masuk Akal

Dalam sebuah sesi diskusi di sela-sela KTT India-AI Impact 2026 baru-baru ini, Altman secara blak-blakan menyebut wujud kecerdasan selevel manusia ini tak lama lagi akan hadir berbaur bersama kita.

​”AGI terasa sudah cukup dekat pada titik ini,” tegas pakar dan nakhoda OpenAI tersebut.

​Pernyataan Altman tentu bukan sekadar isapan jempol belaka. Ia mengajak publik melihat kembali lompatan pesat yang terjadi di dapur pengembangan OpenAI. Coba kita putar waktu ke enam tahun lalu. Jika seseorang bertanya soal kemungkinan hadirnya sistem yang bisa meriset sains secara mandiri, menulis program komputer tingkat tinggi, hingga beroperasi layaknya dokter atau pengacara, kita pasti akan menertawakannya dan menganggapnya mustahil.

Pos terkait