Capres-Cawapres 2024 Mendadak K-Pop

Kampanye Ganjar-Mahfud Diduga Plagiat Lagu Girlband GM24

Paslon Ganjar Pranowo – Mahfud MD diketahui mendapat dukungan dari girlband bernama GM24.  Sekumpulan cewek berusia 17-20 tahun ini bahkan merilis lagu khusus untuk Ganjar- Mahfud. Namun, alih-alih menarik hati, girlband GM24 justru banjir kritik pedas karena merilis lagu Langit Cerah sebagai dukungan kepada paslon nomor urut 3 tersebut. Pasalnya, lagu Langit Cerah dinilai sangat mirip dengan lagu After School milik girlband Weeekly.

Bacaan Lainnya

Girlband GM24 belum lama ini merilis lagu Langit Cerah, yang diposting di akun YouTube mereka.  Lagu tersebut ternyata dipersembahkan girlband GM24 sebagai dukungan untuk Ganjar Mahfud.  Video klip yang menampilkan nyanyian diiringi tarian khas girlband diharapkan mampu mencuri perhatian pemilih muda. Sayangnya, lagu Langit Cerah ramai diprotes, terutama oleh pecinta K-Pop alias Kpopers.

Pasalnya, lagu dari girlband GM24 tersebut sangat mirip dengan lagu After School milik Weeekly, hanya beda liriknya saja. Baik dari intro hingga chorus, lagu Langit Cerah dari GM24 tampaknya sama persis dengan lagu After School. Sebagai informasi, lagu After School oleh Weeekly lebih dulu rilis pada 17 Maret 2021. Video Langit Cerah GM24 lantas jadi viral hingga jadi perbincangan netizen setelah diunggah di akun gosip maupun TikTok.

Bahkan, tak sedikit yang mau melaporkan hal ini ke agensi Weeekly.

“Laporin agensi aja biar dituntut, apalagi dibuat kampanye,” ungkap fans K-Pop di media sosial X.

“NJER LAH GA KREATIP + MALU MALUIN KALAU KETAUAN BENERAN COPYRIGHT,” sahut yang lain.

“Ini mah beneran mirip ketiplek tiplek banget plagiatnya,” kata netizen.

“Nada nya sama banget pls sama Weeekly After School,” komentar lainnya.

Hingga kini, GM24 masih menjadi sasaran hujatan karena lantaran lagu kampanye paslon 03 berjudul Langit Cerah.  Alhasil, video musik resminya sudah diprivasi, sama dengan akun media sosial mereka.

Sebuah fenomena “mengejutkan” karena belum pernah terjadi pada pemilu-pemilu sebelumnya. Akankah berhasil para timses capres? Atau jangan-jangan hanya pencitraan musiman saja? Penggemar K-pop didekati ketika butuh elektabilitas, dan ditinggalkan ketika sudah menang dan berkuasa. Namun ingat, K-popers tidak bisa dilihat hanya sebagai anak-anak yang asal suka, mereka punya pertimbangan dan logika tertentu dan terbawa ketika membuat gerakan dalam fandomnya. Ada yang meyakini mereka bakal menjadi gerakan politik seperti di Cile, Filipina, dan Amerika Serikat! ❍

 

Pos terkait