Capres-Cawapres 2024 Mendadak K-Pop

“Saya lihat satu-satunya yang paling cocok sama saya dan paling sedikit kekurangannya Pak Anies,” katanya

Sebagai generasi Z dan pemilih pemula, ia merasa apa yang dilakukannya, dengan membuat akun @aniesbubble, adalah ‘jalan baru untuk politik anak-anak Gen Z’. Pasalnya, banyak teman-teman seumurannya yang tak tertarik pada isu-isu politik karena dikira menakutkan. Ia ingin mengubah pandangan itu sebab bagaimanapun katanya, mereka adalah bagian dari masyarakat Indonesia.

Bacaan Lainnya

Dari situlah dia mencoba meng-Kpopfication Pilpres 2024, agar Gen Z mau terlibat, atau setidaknya kepo sedikit.

“Soalnya pemikiran mereka politik seram. Tapi enggak bisa begitu dong, karena kita masyarakat Indonesia dan perlu tahu politik, apalagi ini menyangkut pemilihan presiden,” kata dia. “Jadi saya lebih mengimbau Gen Z memilih dengan bijak dan kritis.”

Walaupun secara pribadi dia mengaku cocok dengan Anies Baswedan, tapi pilihannya belum final. Masih bisa berubah haluan pada hari pencoblosan. Itu kenapa dia mengaku tak pernah mengompori teman-temannya untuk memilih capres nomor urut satu.

Beberapa pihak ada yang menuduhnya sebagai buzzer bayaran, tapi itu disanggahnya. Sebab, sampai sekarang tak ada satu pun timses Anies-Muhaimin yang mengontak dan mengajaknya bergabung.

“Ada yang akun anonim yang bilang kalau dikasih Rp1 miliar untuk promosikan paslon lain, mau atau tidak? Saya jawab tidak mau. Money is not everything,” tegasnya.

Penggemar K-pop sejak tahun 2017 ini berkata belum terpikir apakah @aniesbubble bakal menjadi gerakan politik pada Pilpres 2024 seperti di negara-negara lain.

Yang pasti, katanya, tidak mudah membuat fandom K-pop terjun ke urusan politik kalau tak ada kegentingan.

Kendati sudah ada beberapa Kpopers yang mengajaknya ikut serta mengirim food truck ke acara ‘Desak Anies’ untuk memeriahkan acara.

“Cuma beberapa orang bisa membuat fandom [Kpopres] terjun ke [gerakan politik], kecuali pasangan calonnya itu harus punya kriteria yang bagus…”

“Kalau kriteria calonnya ini jelek atau kurang, tidak bisa dijadikan panutan atau fanbase.”

Pos terkait