Canva, Aplikasi Desain ‘Sejuta Umat’ Beromset Triliunan yang Berawal dari Buku Sekolah Tahunan

Canva menjadi aplikasi desain paling populer di muka bumi saat ini. (Ilustrasi Samudra Fakta)
Bejibun fitur ramah pengguna yang disuguhkan Canva membuat banyak orang—terutama yang aktif di jagat maya—‘menggantungkan’ ide visualisasi pada aplikasi ini. Siapa kira aplikasi desain ramah pengguna yang ‘meledak’ ini bermula dari buku tahunan sekolah?

Menurut data Zero To One, saat ini Canva digunakan oleh sekitar 135 juta orang pengguna. Omsetnya berada di sekitar Rp70 triliun!

Dan aplikasi ini adalah karya Melanie Perkins yang di-support penuh oleh Cliff Obrecht. Mereka adalah sepasang suami istri asal Australia. 

Embrio Canva mulai muncul tatkala Melanie dan Cliff mendirikan sebuah perusahaan supporting desain bernama Fusion Books pada tahun 2007. Perusahaan ini mengajarkan bagaimana cara mendesain buku tahunan dengan mudah untuk anak-anak sekolah.

Bacaan Lainnya

Konsumen mereka adalah para siswa di Australia—yang memang punya tugas rutin untuk membikin buku tahunan itu.

Melanie dan Cliff, bersama Fusion Books, pun menjadi pemasok gagasan dan aplikasi desain buku tahunan terbesar di Australia.

Waktu berlalu dan sepak terjang Melanie-Cliff menarik minat seorang pebisnis asal Amerika Serikat (AS) bernama Cameron Adams. Suami istri itu pun diajak Adams untuk untuk menciptakan platform sederhana untuk para desainer.

Dan pada tahun 2013, muncullah platform Canva, yang mulanya dirancang khusus untuk 50 ribu pengguna.

Desain Sederhana 

Melanie menjadi CEO Canva. Dia mengusung misi memberdayakan setiap orang di dunia untuk bisa mendesain apapun sesuka hati mereka.

Melanie— dibantu Cliff dan Adams, tentu saja—ingin melakukan kebaikan sebanyak mungkin untuk orang lain.

Kreator Canva, Melanie Perkins. (Instagram Melanie Canva)

Ide platform Canva ternyata telah dirancang Melanie sejak lama, ketika dia belajar psikologi dan bisnis di Universitas Australia Barat.

Fusion Books pun ternyata bisa dikatakan sebagai perusahaan ‘uji coba’, yang sengaja dibangun Melanie dan Cliff untuk mempelajari masalah-masalah yang dialami orang-orang—terutama siswa sekolah—saat mendesain sesuatu.

Pos terkait