Tema Hari Santri ke-7 tahun 2022 ini sangat menarik: “Berdayaguna Menjaga Martabat Kemanusian”. Menurut Menteri Agama RI, berdaya menandai pribadi santri yang selalu siap sedia mendarmabaktikan hidupnya untuk bangsa dan negara. Sejarah telah membuktikan bahwa santri selalu ada dalam setiap fase perjalanan Indonesia. Ketika Indonesia memanggil, santri tidak pernah mengatakan tidak. Berdaya juga mengandung makna bahwa santri dengan segala kemampuannya, bisa menjadi apa saja, namun tidak melupakan tugas utamanya menjaga agama.
Sebab, salah satu tujuan agama adalah memuliakan manusia. Agama tidak diturunkan untuk men-downgrade, merendahkan, apalagi menghancur luluhkan martabat kemanusiaan. Menjaga martabat kemanusiaan berarti MENJAGA INDONESIA. Pesantren adaalah benteng kokoh (al-hishnul hashin) penjaga Indonesia supaya tidak BUBAR dan BUYAR! Selamat Merayakan Hari Santri Nasional 2022.
Akhirul kalam, santri bukan hanya menguasai kitab-kitab kuning saja, tetapi juga mampu survive dan memberikan warna tersendiri dalam berbagai sektor kehidupan. Santri meski mempunyai bidang “keahlian dunia”, di bidang kedokteran, kimia, IT dan desain komunikasi visual, astronomi, nuklir, dan lain-lain, sehingga mandiri, tak tergantung ‘angin politik’ dan ‘tidak tegoda’ untuk ‘jualan proposal’. Santri adalah garda terdepan yang mendakwahkan Islam yang teduh, bukan rusuh. Santri harus menjadi ‘promotor’ persatuan, perdamaian, dan ketertiban. Bukan malah menjadi ‘buzzer’ kemunkaran, permusuhan, perundungan, pembunuhan karakter, menjadi ahli framing fitnah dan ujaran kebencian. Untuk itu, santri sejati harus imun dari virus hoax, dengan mengutamakan tabayyun dan merawat fungsi akal sehat.*
———-
Penulis: Faried Wijdan al-Jufry
| Penulis, Alumni MAPK Surakarta, Alumni UIN Syarif Hidayatullah, dan Pengamat Apa Saja





