“Kandidat butuh segelintir suara. Angka 10 persen bisa menjadi faktor penentu kemenangan. Rata-rata margin kemenangan untuk mengalahkan rival hanya 1,6 persen. Jadi, (10 persen) bisa membuat perbedaan caleg yang menang dan yang kalah,” katanya.
Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat meyakini kebenaran paparan Burhanuddin. Dia mengaku pernah melakukan penelitian jual-beli suara, yang kemudian dia jadikan topik disertasinya.
“Saya kira, tadi pidato ilmiahnya penting sekali untuk kita cermati. Kita garis bawahi dan kita dalami, karena sebetulnya ini peringatan buat kita semua. Kalau kita ingin membangun demokrasi yang sesungguhnya, PR kita masih banyak,” tuturnya.
“(Ini PR) buat kita semua. Bukan hanya pemerintah, tetapi semua pihak, untuk mulai memikirkan bagaimana jalan terbaik agar bisa menyelesaikan masalah ini,” kata Politikus Partai NasDem itu.
Sekadar informasi, Burhanuddin Muhtadi merupakan Profesor Ilmu Politik pertama dari seluruh alumni MANPK se-Indonesia. MANPK merupakan proyek prestisius pendidikan tingkat Sekolah Lanjut Tingkat Atas (SLTA) yang diinisiasi Menteri Agama Munawir Syadzali. Madrasah Aliyah ini pertama kali didirikan pada tahun 1987 melalui Keputusan Menteri Agama No 73/ 1987. Dalam rentang sejarah perjalanan MANPK, sejumlah lulusannya kini telah mencapai capaian akademik tertinggi sebagai guru besar atau profesor.
MANPK sendiri telah melahirkan puluhan guru besar dari pelbagai perguruan tinggi di Indonesia.





