Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi dan hujan lebat di sejumlah wilayah Indonesia. Peringatan ini berlaku mulai 1 hingga 4 Desember 2024 pukul 07.00 WIB.
Dalam surat bernomor Ni: ME.01.02/PGT/30/TKP/XI/BMKG-2024, BMKG memaparkan bahwa kecepatan angin diperkirakan mencapai 8-30 knot.
Di wilayah utara Indonesia, angin umumnya bergerak dari barat laut ke timur laut, sedangkan di wilayah selatan bergerak dari barat daya ke barat laut. Angin kencang tertinggi terpantau di Samudra Hindia, barat Kepulauan Mentawai, Selat Karimata, dan Laut Jawa.
Gelombang Tinggi
Gelombang dengan ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter diperkirakan terjadi di beberapa perairan, antara lain:
- Selat Malaka Bagian Utara
- Samudra Hindia Barat Lampung
- Samudra Hindia Selatan Banten
- Selat Karimata
- Laut Jawa
- Selat Makassar
- Laut Bali, Sumbawa, dan Flores
- Laut Banda, Laut Arafuru, Laut Sulawesi, Laut Maluku
- Samudra Pasifik Utara Maluku hingga Papua
Gelombang dengan ketinggian 2,5 hingga 4 meter berpotensi terjadi di Laut Natuna Utara, Samudra Hindia Barat Aceh hingga Bengkulu, dan Samudra Hindia Selatan Jawa Barat hingga Nusa Tenggara Timur (NTT).
BMKG menekankan bahwa kondisi ini berisiko terhadap keselamatan pelayaran. Kapal nelayan, tongkang, hingga feri diimbau menyesuaikan aktivitas dengan mempertimbangkan kecepatan angin dan ketinggian gelombang.
Potensi Hujan Lebat
BMKG juga memperingatkan potensi hujan lebat yang dapat berdampak pada bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, dan genangan air, pada Minggu (1/12/2024) dan Senin (2/12/2024).
Pada Minggu, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Kalimantan Tengah masuk kategori Siaga dampak hujan lebat. Sementara itu, 21 wilayah lain masuk kategori Waspada, di antaranya:
- Aceh
- Bali
- Banten
- Bengkulu
- Jawa Timur
- Kalimantan Barat, Selatan, Utara
- Lampung
- Maluku dan Maluku Utara
- Nusa Tenggara Barat dan Timur
- Papua
- Sulawesi Barat, Selatan, Tengah, Tenggara
- Sumatera Selatan, Utara
- Yogyakarta
Pada Senin, kategori Siaga tidak dilaporkan, namun wilayah dalam kategori Waspada meluas menjadi 24 wilayah, termasuk DKI Jakarta, Riau, dan Kalimantan Timur.





