Blood Moon 7–8 September 2025: Gerhana Bulan Total Terlama Sejak 2022

Ilustrasi gerhana bulan total atau 'blood moon'. - Istimewa
Fenomena gerhana bulan total atau blood moon diperkirakan bakal berlangsung pada 7–8 September 2025. Bulan bakalan tampak merah dan bisa disaksikan di hampir seluruh belahan dunia.

__________

Menurut NASA, peristiwa ini akan menjadi yang terlama sejak 2022—dengan durasi total diperkirakan mencapai 82 menit.

Gerhana terjadi saat Bumi berada di antara Bulan dan Matahari. Cahaya Matahari yang terhambur oleh atmosfer bumi membuat bulan tampak merah di langit malam. “Molekul udara menyebarkan cahaya biru, sedangkan cahaya merah diteruskan ke Bulan,” tulis keterangan resmi NASA.

Bacaan Lainnya

Blood Moon kali ini dapat terlihat penuh di Asia dan Australia Barat. Sedangkan fase sebagian bisa disaksikan dari Eropa, Afrika, Australia Timur, hingga Selandia Baru.

Sepanjang tahun, biasanya hanya terjadi dua gerhana bulan. Mayoritas penumbral atau parsial. Dari jumlah itu, sekitar 29 persen berupa gerhana total. Itu berarti, suatu lokasi di bumi rata-rata hanya bisa menyaksikan blood moon sekali dalam 2,5 tahun.

Tahun 2025 tergolong istimewa, karena terjadi dua kali gerhana bulan total, yakni pada 13–14 Maret dan 7–8 September.

Selain durasi panjang, blood moon September juga terjadi hanya 2,6 hari sebelum bulan mencapai perigee. Walhasil, bulan akan tampak sedikit lebih besar dari biasanya. 

NASA menyarankan masyarakat mengamati fenomena ini menggunakan teleskop atau teropong untuk hasil maksimal.***

Pos terkait