Fenomena Pink Moon menghiasi langit 1–2 April 2026, tapi namanya tak ada hubungannya dengan warna bulan. Simak penjelasan ilmiahnya di balik mitos yang beredar.
Namanya memang Pink Moon, tapi jangan berharap melihat bulan berwarna merah muda. Fenomena yang diprediksi menghiasi langit Indonesia sejak Rabu malam (1/4) hingga Kamis dini hari (2/4) 2026 ini sebenarnya adalah bulan purnama biasa yang terjadi setiap April.
“Warnanya bukan pink, sama dengan purnama umumnya, putih kekuningan. Itu hanya penamaan orang Amerika Serikat yang kemudian digunakan di media,” tegas Thomas Djamaluddin, Profesor Astronomi BRIN, pada 1 April 2026.
Puncak iluminasi Pink Moon terjadi pada 2 April 2026 pukul 09.11 WIB. Pengamatan terbaik di Indonesia bisa dilakukan sejak Maghrib malam sebelumnya.
Nama dari Bunga, Bukan dari Warna Bulan
Nama “Pink” bukan merujuk pada perubahan warna bulan. Menurut NASA, nama ini berasal dari bunga liar Phlox subulata — yang dikenal sebagai Moss Pink — yang mekar di awal musim semi. Tradisi penamaan ini berasal dari suku Algonquin di Amerika Utara dan dipopulerkan oleh Old Farmer’s Almanac sebagai kalender musiman alami.
“Pink Moon adalah fase purnama pada bulan April. Nama tersebut merupakan penamaan tradisional kalender musiman di Amerika Utara. Warnanya juga tidak benar-benar pink,” kata Hery Susanto Wibowo, Kepala BMKG Stasiun Geofisika Banjarnegara, 1 April 2026.
Yang Perlu Diwaspadai: Pasang Air Laut
Meski tak berbahaya bagi kesehatan, BMKG mengingatkan masyarakat pesisir untuk mewaspadai satu dampak nyata: peningkatan pasang air laut. Ini terjadi karena posisi Bulan, Matahari, dan Bumi yang hampir segaris membuat gaya gravitasi terhadap air laut lebih kuat dari biasa. Wilayah seperti Maluku perlu memantau informasi cuaca secara berkala.
Soal warna, Koordinator BMKG Maritim Ganis Erutjahjo menjelaskan bahwa rona kemerahan atau jingga yang kadang terlihat bukan karena bulan berubah warna, melainkan akibat uap air di udara dan fenomena Rayleigh scattering — hamburan cahaya saat bulan melintas dekat cakrawala melalui lapisan atmosfer yang lebih tebal.





