BGN Tegaskan Ompreng Program Makan Bergizi Gratis Harus Gunakan Stainless Steel 304

Ilustrasi ompreng MBG. - Istimewa

Ia juga mengapresiasi langkah cepat kepolisian yang membongkar dugaan produksi ompreng palsu yang mencatut logo BGN di Jakarta Utara pada Sabtu (1/11). “Kami berterima kasih kepada penyidik kepolisian yang telah mengungkap kasus dugaan produksi ompreng MBG palsu ini,” kata Nanik.

Polisi Bongkar Produksi Ompreng Palsu

Kepala Satreskrim Polres Metro Jakarta Utara AKBP Ongkoseno mengonfirmasi temuan tersebut setelah menerima aduan masyarakat. Polisi menemukan adanya penggunaan label Made in Indonesia dan SNI palsu, serta logo BGN tanpa izin pada produk-produk ompreng itu.

Dugaan awal menyebutkan, barang-barang tersebut diimpor dari China, lalu diberi label palsu agar tampak seperti produk lokal. “Masih terus kami dalami,” ujar Ongkoseno.

Bacaan Lainnya
Modus Pemalsuan Terstruktur

Hasil penyelidikan menunjukkan modus pemalsuan cukup kompleks. Ompreng diduga datang dari luar negeri, kemudian diberi label SNI dan logo resmi BGN secara ilegal untuk menipu konsumen.

Tindakan ini dinilai berbahaya karena bahan baku yang tidak memenuhi standar dapat membahayakan kesehatan anak-anak penerima program MBG.

“Padahal ompreng MBG itu ditempeli logo tanpa izin,” tegas Nanik menutup keterangannya.***

Pos terkait