”Jika abad pertama NU dihabiskan untuk menjaga agama, bangsa, dan negara, maka abad kedua menuntut peran yang lebih luas,” kata Ikhsan pada Jumat (17/7/2026).
Sebelumnya, Ikhsan juga menyoroti pentingnya peta jalan ekonomi yang jelas untuk memperkuat kesejahteraan warga Nahdliyin. PBNU ke depan tidak boleh lagi terus bergantung pada bantuan pihak ketiga, melainkan harus mengoptimalkan instrumen seperti koperasi, badan usaha, hingga wakaf produktif.
Ia berharap muktamar kali ini menghasilkan sosok pemimpin yang mampu menjembatani hubungan antara pemerintah, pesantren, dan generasi muda, tanpa kehilangan ruh spiritual keagamaan.
”Sebab keputusan di Muktamar 35 ini bukan hanya menentukan 5 tahun ke depan, tetapi juga menentukan arah NU untuk 100 tahun ke depan,” pungkas Ikhsan.***





