JAKARTA – Dampak bencana hidrometeorologi mulai menghiasi media-media di Tanah Air. Banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, dan curah hujan harus dihadapi dalam beberapa bulan ke depan. Apa yang harus dilakukan?
Bencana hidrometeorologi adalah bencana yang diakibatkan oleh aktivitas cuaca seperti siklus hidrologi, curah hujan, temperatur, angin dan kelembapan.
Bentuk bencananya berupa kekeringan, banjir, badai, kebakaran hutan, longsor, angin puyuh, gelombang dingin, hingga gelombang panas.
Yang terbaru, seperti dilansir laman Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), adalah bencana tanah longsor mengakibatkan sepasang suami-istri meninggal dunia di Dusun Pencar, Desa Klowoh, Kecamatan Kalikajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, Jumat (8/12/2023).
Menurut laporan kronologi yang dihimpun dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonosobo, kedua korban meninggal setelah terkena material longsoran tebing saat melintas menggunakan sepeda motor, hingga keduanya masuk ke jurang. Pada saat kejadian, hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut.
“Suami istri boncengan naik motor, kemudian saat melintas terjadi longsor. Mereka terkena material longsor kemudian tersapu masuk jurang. Lokasinya di Dusun Pencar, Desa Klowon, Kalikajar,” kata Kasubag Perencanaan, Evaluasi dan Pelaporan di Sekretariat BPBD Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, Broto, Jumat (8/12) malam.
Sebanyak 16 warga Kelurahan Pager Kukuh, Kecamatan Wonosobo, Jawa Tengah, terpaksa mengungsi karena rumah yang mereka tinggali terdampak banjir bandang. Lokasi pengungsian dipusatkan di Kelurahan Pager Kukuh, termasuk dapur umum yang didirikan oleh Dinas Sosial dan PMI untuk memenuhi kebutuhan dasar dan permakanan.
“Pengungsian di Kantor Kelurahan Pager Kukuh. Termasuk dapur umum yang didirikan oleh Dinas Sosial bersama PMI,” kata Broto.
Pada bagian lain, banjir melanda Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Sebanyak 20.916 jiwa yang meliputi 6.603 keluarga terdampak banjir yang merendam enam kecamatan.
Banjir serupa sudah sering kali terjadi sejak 24 November 2023 hingga Sabtu, 9 November, yang dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi, sehingga menyebabkan air sungai meluap dan memasuki permukiman warga.
Laporan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB mencatat, enam kecamatan yang terendam banjir dengan ketinggian muka air mencapai 200 cm ini di antaranya adalah Kecamatan Nanga Tayap, Kecamatan Sandai, Kecamatan Hulu Sungai, Kecamatan Tumbang Titi, Kecamatan Sungai Laur, dan Kecamatan Muara Pawan.BanjirdiKetapang





