Belajar dari Descartes: Perlu Menepi dan Menjernihkan Pikiran di Tengah Banjir Informasi

Di tengah dunia yang riuh oleh notifikasi dan opini, mungkin kebijaksanaan dimulai saat kita berani diam dan berpikir. - Ilustrasi dibikin dengan SORA

Dalam dunia digital yang riuh, nasihatnya terasa relevan. “It is not enough to have a good mind; the main thing is to use it well.” Punya akal sehat tak cukup—kita harus tahu cara menggunakannya. Ragukan berita, uji kebenaran, lihat tindakan, bukan sekadar kata.

Descartes mengingatkan, jangan biarkan emosi jadi sopir pikiran. Terlalu kagum, marah, atau sedih membuat akal kabur. Ia menulis, “Whenever anyone has offended me, I try to raise my soul so high that the offense cannot reach it.” Naiklah lebih tinggi, jangan terjebak debat.

Di akhir hidupnya, ia menulis: “Masyarakat yang berpura-pura bodoh akan dipenuhi kebodohan.” Maka, di era kebisingan ini, mungkin kebijaksanaan justru berarti diam sejenak—menepi, dan kembali belajar berpikir.

Bacaan Lainnya

Baca ulasan selengkapnya di sini. 

Pos terkait