Banjir Paling Parah dalam Kurun 50 Tahun
Salah satu warga Karanganyar, Fathur (50), mengatakan banjir yang disebabkan jebolnya tanggul Sungai Wulan kali ini adalah yang terparah dalam kurun waktu 50 tahun belakangan. Menurutnya, setiap tahun banjir hanya melanda daerah Kudus yang perbatasan langsung dengan Sungai Wulan. Namun, kali ini menerjang ke Demak, bahkan sampai ke Welahan, Jepara.
“50 tahun tidak pernah banjir, baru kali ini banjirnya gede. Biasanya setiap tahun banjirnya hanya menerjang Kudus,” ujar dia.
“Genangan banjir terjadi sejak Kamis (8/2) lalu sampai Selasa (13/2) belum juga ada tanda-tanda surut. Justru, kata dia, genangan banjir terus bertambah karena curah hujan masih tinggi dan tanggul jebol belum diperbaiki”, tambah dia.
Berdasarkan info dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Demak, setidaknya ada tujuh kecamatan dan 39 desa yang terdampak. Per hari ini Selasa, 13 Februari 2024 ketinggian air mencapai 50 – 150 cm. Lebih dari 25.000 warga mengungsi.

Pemerintah Harus Gerak Cepat
Masyarakat menantikan gerak cepat, koordinasi, dan komunikasi antar pemerintah pusat, provinsi, dan daerah untuk menghadapi dan mengatasi dampak dari banjir Demak lebih lama dan luas lagi. Untuk menanggulangi banjir, pemerintah menggenjot perbaikan tanggul sungai yang jebol di belasan titik serta mengerahkan pompa-pompa air untuk menyedot genangan di permukiman.
Pada Senin, 12 Februari 2024, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono bersama rombongan datang ke Demak untuk meninjau lokasi banjir. Pak Bas, sapaan akrab menteri ini, datang ke Desa Pilangwetan, Kecamatan Kebonagung dan Desa Ketanjung Kecamatan Karanganyar, dengan membawa sejumlah alat berat.
Berdasarkan info dari Instagram @kemenpupr, Kementerian PUPR mengirim excavator short arm, 100 batang pancang bambu, dan 10 sesek bambu untuk mengangani banjir di Desa Pilang wetan. Sementara di Desa Ketanjung, Kementerian PUPR dibantu BUMN PT. Wijaya Karya mengirim excavator amphibious, excavator long arm, 2 truk cerucuk bambu serta geobag untuk membantu menangani banjir.
Untuk mengendalikan banjir jangka panjang, rencananya Kementerian PUPR akan melakukan normalisasi dan penguatan tanggul di Demak sepanjang 18,5 km. Hal tersebut rencananya akan segera dimulai pasca-Pemilu, yaitu pada April 2024. Sementara perkiraan waktu selesainya belum ada informasi lanjutan dari Kementerian PUPR.
Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Jawa Tengah, Didik Prawata mengatakan, banyak warga yang harus mengungsi ke tempat aman, akibat banjir yang terjadi di Karanganyar, Kabupaten Demak sejak Kamis (8/2) ini.
Dinas Sosial Jateng, Demak, dan Kudus, serta PMI Demak juga sudah membuat dapur umum di sejumlah titik. Beberapa di antaranya berada di Terminal Kudus, Jembatan Tanggul Angin, dan lokasi lainnya.
“Kami juga melibatkan Tagana (Taruna Siaga Bencana), baik yang ada di Kota Semarang, Kabupaten Semarang, maupun Kabupaten Kudus,” kata Didik, dikutip dari humas.jatengprov.go.id
Sejumlah bantuan yang telah dipersiapkan oleh Dinas Sosial Jateng, Baznas Jateng, Korpri Jateng, dan Kementerian Sosial juga sudah didistribusikan. Bantuan yang disalurkan berupa makanan siap saji, sembako, kasur, tenda gulung, family kit, selimut, serta sandang dewasa dan anak.
Terkait penanganan bencana, bagi warga Demak yang membutuhkan bantuan darurat bisa menghubungi BPBD setempat di nomor telepon: (0291) 682200. Bagi warga Kabupaten Kudus bisa menghubungi BPBD Kudus dengan nomor telepon: (0291) 4250022. Adapun posko aduan di BPBD Jateng bisa menghubungi 08121556495 atau 08813809409.❒





